Monday, December 20, 2010

Inilah tuntutan PPNI Kota Bukittinggi kepada DPRD

Tanggal 14/12/2010 yang lalu, puluhan perawat dikota Bukittinggi yang tergabung dalam organisasi PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) mendatangi kantor DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota bukittinggi untuk menuntut disahkkanya RUU Keperawatan menjadi UU Keperawatan.

Kesehatan Dalam Konteks Pengertian

Banyak sekali ahli yang telah mengemukakan tentang konsep kesehatan. Semua bisa saja anda download dalam banyak situs tentang informasi kesehatan.

Sebagai kesimpulan, kesehatan adalah sebuah kenyataan dimana seorang individu merasa fresh dan tidak mengeluhkan tentang keadaan fisik, mental, hubungan sosial tanpa berusaha untuk menyembunyikannya, disertai dengan tidak adanya data-data penunjang baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan canggih lainnya ( dalam batas normal).

Secara ringkas bisa dikatakan individu tersebut bisa beradaptasi terhadap hal-hal yang bisa menyebabkan sakit.Walaupun akan ditemukan sedikit penyimpangan dari standar normal ( dalam batas tertinggi / batas terendah) namun mekanisme adaptasi tubuh atau mental dari individu itu dapat melakukan refresh, sehingga tidak menimbulkan keluhan atau kerusakan berarti.

Gangguan kesehatan, disamping pengaruh lingkungan, bisa juga di pengaruhi oleh faktor genetika (faktor keturunan) dan bisa juga disebabkan oleh bawaan sejak lahir (kongenital).

Apapun bentuk dari keadaan tidak normal belum tentu menyatakan seorang itu sakit, sampai dia mengeluhkan sakit dan terlihat mekanisme gangguan terhadap fungsi individual itu sendiri,tapi yang penting harus diperhatikan bahwa seseorang bisa saja dalam keadaan sehat yang beresiko tinggi untuk sakit.

Hal yang sangat berbahaya, karena seseorang tidak menyadari atau tidak mau memeperhatikan, atau dengan sengaja membiarkan keadaan tidak nyaman dalam dirinya, karena alasan tertentu, sehingga penyimpangan dari keadaan normal berjalan menuju kerusakan secara perlahan dan terus- menerus, dan ketika sampat dititik berbahaya, sangat sulit untuk mengobatinya.
Bagaimanapun...... mencegah terjadinya kerusakan ....... selalu lebih mudah dari pada memperbaiki, tergantung dari keinginan dan kemauan serta usaha dari diri individu itu sendiri........peace (By: Hendri Wijaya)

Profil Penulis

Nama lengkap:
Hendri Wijaya

Pendidikan:
  1. Program Pendidikan dan Pelatihan Kandidat Kangoshi Jepang 2009-2010.
  2. Akper Depkes RI Padang Angkatan 1992
  3. SMA Negeri 1 Padang Angkatan 1989
Riwayat Pekerjaan:
  1. Tercatat sebagai PNS RS Dr M Djamil Padang, dari Maret 1999 hingga sekarang
  2. Kangoshi kouhosya Haruki hospital Jepang, dari Januari 2010 hingga sekarang.

Saturday, December 18, 2010

Efek buruk Halothane (obat anestesi inhalasi)

Halothane adalah obat anestesi inhalasi berbentuk cairan bening, tak berwarana, mudah menguap dan berbau harum.

Pemberian halothane biasanya dengan oksigen atau nitrous okside 70% serta menggunakan vaporizer yang khusus dikalibrasi agar konsentrasi uap yang dihasilkan akurat dan mudah dikendalikan. Halothane dikemas dalam botol berwarna gelap dan mengandung 0,01 % timol sebagai bahan stabilisasi.

Halothane diperkenalkan pada tahun 1956 hingga 1980-an, diberikan kepada jutaan orang dewasa dan anak-anak di seluruh dunia. Halothane tidak bisa diberikan pada pasien depresi jantung, sebab depresi jantungnya akan bertambah parah dan berakhir gagal jantung atau kematian. Halotan juga tidak bisa diberikan pada pasien rentan terhadap aritmia jantung.

Efek buruk yang dihasilkan Halothane adalah penyekit hepatitis , sindrom hepatitis memiliki angka kematian sebesar 30% sampai 70%. perkiraan hasil dari metabolisme halotan menjadi asam trifluoroacetic melalui reaksi oksidatif dalam hati. Sekitar 20% Halothane yang dihirup akan dimetabolisme oleh hati dan produk-produk tersebut akan dikeluarkan dalam urin.

Kepedulian untuk mencegah hepatitis, menarik perhatian praktisi kesehatan, terutama Anestesiologi, sehingga mereka membatasi penggunaan halothane, penggunaanya diganti pada tahun 1980 dengan enfluran dan isoflurane.

Pada tahun 2005 obat anestesi inhalasi yang paling umum digunakan adalah isoflurane, sevofluran, dan desflurane.


Lihat gambar






Gambar dibawah adalah mesin Anestesi (vaporizer), berfungsi untuk menguapkan Halothane dan obat sejenisnya.






Gambar dibawah adalah bentuk kemasan Halothane.





Gambar dibawah adalah bentuk kemasan Isoflurane.





Gambar dibawah adalah bentuk kemasan Sevofluran.





Gambar dibawah adalah bentuk kemasan Desflurane.





Referensi:
http://www.scribd.com/doc/11534339/Anestesi-Umum
http://en.wikipedia.org/wiki/Halothane
Fluothane, (Halothane), for Precision Inhalation Anesthesia

Baca juga:

Friday, December 17, 2010

Komitmen pencegah kehancuran

Membina hubungan yang harmonis dan saling pengertian sangat sulit dilakukan, karena kehidupan tidak datar, tapi penuh fenomena dan ragam persoalan.

Ketika anda memiliki hobi yang berbeda dengan pasangan, maka anda akan banyak menemukan pertengkaran dikemudian hari, sebab jalan yang ditempuh berbeda, sehingga salah satu pasangan merasa di abaikan.

Dapat saya contohkan, ketika anda hobi menulis dan berkeliaran didunia maya, maka waktu anda akan tersita didepan komputer dan dalam konsep tulisan, sebab waktu 24 jam tidak cukup bagi anda mengerjakan tugas pokok, sekaligus menjalankan hobi ngeblog, sehingga waktu untuk mengajak pasangan jalan-jalan, berjam-jam ditelpon, nonton bareng dan menikmati pesta akan berkurang.

Seandainya anda adalah seorang pekerja keras dan suka ngeblog, maka berhati-hatilah cari pasangan, cegah dari sekarang, buat komitmen yang tegas tentang arah hubungan dan beritahukan dengan jelas tentang siapa anda, hobi anda dan waktu yang anda miliki untuk bersenang-senang agar kemudian hari hobi ngeblog tidak jadi bumerang, sebagai penyebab kehancuran.

Baca juga:

Perawat demo lagi untuk sahkan UU keperawatan

Memantau didepan komputer, 17 Desember 2010

Wednesday, December 15, 2010

Komunitas Blogger Sumbar (palanta.org) nyala lagi


Palanta.org adalah komunitas blogger sumbar (Sumatera Barat) berdiri pada tanggal 30 Desember 2007. Sejak berdiri, komunitas blogger tersebut telah banyak menjaring blogger asal sumbar menjadi anggota dan mengadakan serangkaian kegiatan sosial, seperti kopdar dan pesta blogger didunia nyata.

Palanta merupakan ruangan di Rumah Gadang yang berfungsi sebagai tempat berkumpul, diskusi dan ngobrol oleh para penghuninya, menurut pengurus nama palanta.org adalah filosofis dari salah satu ruangan dirumah gadang, yang notabene sebagai rumah kebanggaan dan rumah adat orang minang.

Sejak akhir tahun 2009 sampai pertengahan 2010, palanta.org sempat underconstruction, apa penyebabnya penulis tidak mengetahui secara persis, kemungkinan dipengaruhi bencana alam dan gempa dahsyat sumbar, sehingga pengurus palanta.org lebih memfokuskan diri pada musibah yang sedang melanda.

Penghujung tahun 2010, palanta.org nyala lagi dengan tampilan baru, sebagaimana yang dipublish oleh admin/pengurus:

Selamat Datang kembali di PALANTA.ORG. Akhirnya websitenya “nyala” lagi setelah seberapa waktu yang lalu sempat off bentar. Masih beres-beres, mohon maaf kalo masih berantakan disana-sini, jangan lupa gabung di MILIS dan Facebook Page nya PALANTA yaa..

sumber: http://palanta.org

Tuesday, December 14, 2010

Gagal dapat dollar, inilah penyebabya

Terlepas dari benar atau salah,serangkaian tulisan dibawah inilah yang saya rasakan sebagai penyebab ketidak berhasilan mengais dollar di internet, diantaranya:

Tidak lancar berbahasa Inggris

Seorang publishing yang ingin kerjasama dengan Adsense by google dan Infolinks tentunya wajib membuat blog dan artikel berbahasa inggris, kalau tidak akun yang kita daftarkan tak akan diterima.

Jangan naif dan jujur

Naif dan jujur yang saya maksud adalah saya blogger yang masih lugu, culun, katrok, sebenarnya bikin blog berbahasa inggris tidak susah, karena apa yang kita inginkan telah disediakan oleh "Ajo Google yang maha tau", tidak pandai berbahasa inggris, gunakan google translate, masih susah, copy paste saja artikel orang lain dan publish diblog kita. Mudahkan? tapi saya belum kuat melakukan itu,mengambil karya orang lain demi kepentingan pribadi, makanya pantas dibilang kalau ingin sukses meraup dollar, harus dibuang jauh-jauh sikap kejujuran.

Malas Googling dan Blogwalking

Kalau mau cari rusa dihutan, tentunya harus rajin-rajin keliling rimba, baik siang maupun malam hari. Nah, saya sering tidur siang dan takut keluar di malam hari, makanya kurang informasi tentang keberadaan rusa-rusa liar yang berkeliaran di rimba maya.

Terakhir, saya tidak punya Paypal.

Baca Juga:

Mau dollar Masbro

Monday, December 13, 2010

Faktor penghambat penerapan SIMRS di Rumah Sakit

Sebelumnya saya telah menjelaskan secara sederhana tentang mamfaat penerapan SIMRS (Sistim Informasi Manajemen Rumah Sakit). Pada postingan ini saya ingin menuliskan mengapa Rumah Sakit yang ada di daerah belum mampu menerapkan SIMRS dan apa saja faktor penghambatnya, opini ini saya munculkan berdasarkan pengamatan dan realita yang ditemui di lapangan.

Mengapa Rumah Sakit Daerah belum mampu menerapkan SIMRS?
  1. Karena sistim manajemen Rumah Sakit yang ortodok, masih mengagungkan cara-cara lama.
  2. Karena belum mampu menerima masukan dan perubahan.
  3. Karena manajemen Rumah Sakit di isi oleh orang-orang yang tidak berpikir dan berbuat dinamis serta fleksibel dalam menghadapi tantangan era digitalisasi.
  4. Rumah Sakit lebih bangga memiliki alat canggih, seperti CT-Scan, USG 4 dimensi dan peralatan lain yang mahal, sehingga tentang pengarsipan dan pengadministrasian berbasis teknologi kurang mendapat perhatian.
Apa saja faktor penghambat penerapan SIMRS?
  1. SDM (Sumber Daya Manusia) yang gagap teknologi.
  2. Kurangnya dukungan dana dan anggaran.
  3. Kurangnya kemauan dan inisiatif untuk belajar teknologi informasi.
  4. Ketidaktahuan mamfaat dan keefektifan SIMRS yang berbasis teknologi informasi.
Saya kira itulah faktor penghambat sehingga Rumah Sakit yang ada di daerah belum mampu menerapkan SIMRS dan saya tidak perlu menjelaskan secara detail tentang cara mengatasinya, sebab jajaran manajemen Rumah Sakit merasa pencatatan,pelaporan, pengadministrsian dan pengarsipan belum menemukan masalah yang berarti sehingga SIMRS bukanlah skala prioritas dalam pengembangan sarana Rumah Sakit.

Baca Juga:


Mamfaat penerapan SIMRS di Rumah Sakit

Pada postingan sebelumnya saya telah menjelaskan tentang "Penerapan Jasa pelayanan Rumah Sakit berbasis SIMRS" dipostingan ini, saya ingin beropini tentang mamfaat sederhana penerapan(Sistim Informasi Manajemen Rumah Sakit).

Jika kita sikapi dengan bijaksana dan otak cemerlang, sangat banyak keuntungan dan mamfaat positif yang ditawarkan SIMRS, diataranya:

1. Waktu yang efektif

Petugas Bangsal A, Bangsal B dan C dengan mudah mengentri data melalui komputer, sehingga pasien yang akan pulang tidak perlu menenteng file/map satu kardus ke loket pembayaran, karena data pasien dan jumlah tagihan bisa dilihat oleh petugas billing melalui komputer yang telah terintegrasi dengan masing-masing Bangsal.

2. Pencatatan dan pelaporan yang bertanggung jawab

Petugas Bangsal A, Bangsal B dan C tidak akan bisa memanipulasi data atau korupsi, karena setiap pasien baru masuk datanya telah tersimpan dalam komputer yang terintegrasi, kemudian jika pasien membeli obat atau mau pulang, uang yang disetorkan bisa dipantau melalui komputer yang telah online dengan billing atau monitor pengawas.

Baca Juga:

Penerapan Jasa pelayanan Rumah Sakit ? SIMRS jawabnya

Gambaran Kasus

Petugas bangsal A dapat jasa pelayanan besar, sedangkan petugas bangsal B dapat jasa pelayanan sedikit, dokter itu kok dapat banyak ya? dan dokter yang satu lagi dapat sedikit, perawat itu cuma merawat dibangsal, sedangkan kami selalu menghadapi pasien kritis di Intensif Care Unit tapi dapat jasa cuma sedikit, maka terjadilah duga-menduga, tuduh-menuduh karena ketidak puasan terhadap jasa pelayanan yang diterima.

Sebagai pengalaman saat bekerja di Rumah Sakit, baik di Rumah Sakit Swasta atau Rumah Sakit pelat merah, bahwa seluruh petugas yang telah melayani pasien, biasanya dapat insentif berupa uang yang disebut dengan jasa pelayanan atau jasa medis. Besar kecilnya pembagian jasa tergantung dari Rumah Sakit yang bersangkutan.

Petugas yang dapat menikmati jasa pelayanan adalah petugas yang telah melayani pasien dan petugas yang telah berkontribusi terhadap kelancaran sistim kerja di Rumah Sakit, artinya seluruh petugas dapat bagian, tapi besar dan kecilnya pendapatan tergantung dari jenjang pendidikan,resiko kerja,indeks dan lain-lain.

Data yang tidak akurat


Setiap pembagian jasa, kadang-kadang terjadi ketidak puasan, ketika dilontarkan pertanyaan kepada Tim pembagi jasa atau pada Manajemen Rumah Sakit yang berwenang, kadang-kadang yang bertanya tidak mendapat jawaban yang memuaskan, karena tidak dijawab dengan data konkret dan alasan yang logis.

Tim pembagi jasa, mengolah data berdasarkan data sekunder atau laporan keuangan bulanan, kemudian diolah secara manual dan dibagi berdasarkan jumlah total pendapatan masing-masing bangsal. Setelah nominal total pendapatan bangsal digodok, kemudian dipersentasekan berdasarkan indeks,tingkat pendidikan dan resiko kerja.

Disini saya mengamati ada kekurangan, bahwa Tim pembagi jasa hanya mematok jasa berdasarkan penghasilan total bangsal, bukan penghasilan total masing-masing individu yang benar-benar melakukan pelayanan.

Pembagian jasa yang ideal

Ini hanya sebagai contoh, petugas A telah melakukan tindakan pembedahan dengan jasa Rp 10.000 untuk satu orang pasien, dalam 8 jam dinas beliau telah melakukan pembedahan 5 kali pada pasien yang berbeda, berarti ia telah mendapatkan jasa sebanyak Rp.50.000 untuk satu kali dinas, jika selama 1 bulan beliau melayanani pasien yang berbeda dengan kasus yang sama dan tindakan yang sama, maka pendapatanya selama 1 bulan adalah Rp 1.500.000.

Contoh diatas tidak sesederhana yang saya tuliskan, sebab jenis pelayanan yang diberikan berbeda-beda dan tarif jasa juga beragam, kemudian yang akan mendapatkan jasa bukan 5 atau 10 orang petugas, tapi mencapai ratusan orang, karena tenaga yang bekerja di Rumah Sakit sangat banyak, sehingga saya sangat maklum Tim pembagi jasa atau pihak manajemen Rumah Sakit mematok secara garis besar saja.

Solusi

Mengolah data secara manual dengan membolak-balik laporan keuangan, saya akui sangat susah, susahnya karena tidak memamfaatkan teknologi.

Jika Rumah Sakit, baik milik swasta atau pemerintah menggunakan SIMRS (Sistim Informasi Manajemen Rumah Sakit) maka Tim pembagi jasa tidak akan pusing mengolah data dan seluruh petugas tidak akan berpikiran negatif, karena mereka dapat membuka data di komputer bangsal yang telah terintegrasi dan online keseluruh seluruh bangsal lainya yang ada di Rumah Sakit setempat, sehingga petugas dapat mengentri,mengkaji, memantau, mengetahui tentang apa yang telah ia kerjakan dan apa yang akan ia dapatkan.

Seandainya terjadi kekeliruan oleh Tim pembagi jasa, maka petugas yang telah dirugikan bisa mengajukan data tandingan berdasarkan copy data tentang tindakan dan pelayanan yang telah ia berikan pada pasien.

Statement Penulis

Penulis bukan Master Manajemen Rumah Sakit, tapi sedang berbagi pengalaman tentang masalah-masalah kecil yang sering ditemukan dibidang manajemen Rumah Sakit,khususnya tentang pembagian jasa pelayanan dan pengelolaan data serta pengadministrasian. Setelah berkeliaran di dunia maya dan melihat fenomena dilapangan, penulis tertarik untuk mempelajari tentang SIMRS (Sistim Informasi Manajemen Rumah Sakit). Jika ada senior yang telah lama berkecimpung dibidang Manajemen Rumah Sakit, Master manajemen keuangan dan pengadministrasian dan siapa saja yang mengetahui tentang SIMRS, yuk kita diskusi dan berbagi dipostingan ini, penulis ingin belajar.

Baca Juga:

Saturday, December 11, 2010

Mau dollar Masbro

Cari dollar di internet tidak segampang yang dibayangkan, butuh proses dan kerja keras.

make gif

Want like this?.. disini alamatnya:
www.loogix.com

Thursday, December 9, 2010

Sirkumsisi ( Khitan / sunat) dengan smart clamp

Pengertian Sirkumsisi

Sirkumsisi disebut juga dengan khitan atau sunat, yang artinya operasi kecil untuk membuka kulup agar kepala penis terbuka secara permanen.

Sirkumsisi dilakukan pada anak laki-laki yang berguna mencegah penumpukan smegma (zat putih yang berbau busuk) sehingga penis kebersihanya terjaga dan terhindar dari penyakit, kemudian bagi umat muslim yang telah baligh (dewasa) sirkumsisi wajib dilakukan.

Pengertian Smart Clamp

Smart clamp adalah alat pintar yang aman dan efektif untuk memotong kulup penis. Smart clamp memiliki bentuk dan ukuran beragam sehingga dapat disesuaikan dengan besar kecilnya penis.

Smart clamp terbuat dari plastik, cara penggunaanya sederhana, setelah smart clamp yang berbentuk tabung dimasukan ke batang penis, maka kulup yang telah ditandai dijepit, kemudian dipotong, sehingga kulup yang terpotong tidak mengeluarkan darah dan tidak perlu dijahit.



Smart clamp memiliki keunggulan dalam hal penyembuhan, resiko terjadinya infeksi sangat minimal, karena bekas sayatan terlindungi dan tidak kotak langsung dengan rembesan urine saat anak pipis.

Smart clamp juga bermamfaat untuk komestik kulit penis, karena sayatan rapi dibanding sirkumsisi secara manual atau dengan elektrik kauter (laser).



Baca Juga:

Monday, December 6, 2010

Sejarah penemuan Eter Anestesi

Eter adalah salah satu zat yang digunakan sebagai anestesi( obat bius). Eter ditemukan seorang ahli kimia berkebangsaan Spanyol, Raymundus Lullius pada tahun 1275.Lullius menamai eter "sweet vitriol".

Eter pertama kali disintesis oleh Valerius Cordus, ilmuwan dari Jerman pada tahun 1640. Kemudian seorang ilmuwan bernama W.G. Frobenius mengubah nama "sweet vitriol" menjadi eter pada tahun 1730.

Sebelum penemuan eter, Priestly menemukan gas nitrogen-oksida pada tahun 1777, dan berselang dua tahun dari temuannya itu, Davy menjelaskan kegunaan gas nitrogen-oksida dalam menghilangkan rasa sakit.

Sebelum tahun 1844, gas eter maupun nitrogen-oksida banyak digunakan untuk pesta mabuk-mabukan. Mereka menamai zat tersebut "gas tertawa", karena efek dari menghirup gas ini membuat orang tertawa dan lupa segalanya.

Penggunaan eter atau gas nitrogen-oksida sebagai penghilang sakit dalam dunia kedokteran sebenarnya sudah dimulai Horace Wells sejak tahun 1844. Sebagai dokter gigi, ia bereksperimen dengan nitrogen-oksida sebagai penghilang rasa sakit kepada pasien saat dicabut giginya. Sayangnya usaha mempertontonkan di depan mahasiswa kedokteran John C. Warren di Rumah Sakit Umum Massachusetts Boston gagal, bahkan mendapat cemoohan. Usahanya diteruskan William Thomas Green Morton.

Morton berpikir untuk menggunakan gas nitrogen-oksida dalam praktiknya sebagaimana yang dilakukan Wells. Kemudian ia meminta gas nitrogen-oksida kepada Charles Jackson, seorang ahli kimia ternama di sekolah kedokteran Harvard. Namun Jackson justru menyarankan eter sebagai pengganti gas nitrogen-oksida.

Morton menemukan efek bius eter lebih kuat dibanding gas nitrogen-oksida. Bahkan pada tahun 1846 Morton mendemonstrasikan penggunaan eter dalam pembedahan di rumah sakit umum Massachusetts. Saat pasien dokter Warren telah siap, Morton mengeluarkan gas eter (atau disebutnya gas letheon) yang telah dikemas dalam suatu kantong gas yang dipasang suatu alat seperti masker. Sesaat pasien yang mengidap tumor tersebut hilang kesadaran dan tertidur. Dokter Warren dengan sigap mengoperasi tumor dan mengeluarkannya dari leher pasien hingga operasi selesai tanpa hambatan berarti.

Tanggal 16 Oktober 1846 menjadi hari bersejarah bagi dunia kedokteran. Demonstrasi Morton berhasil dengan baik dan memicu penggunaan eter sebagai anestesi secara besar-besaran.

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Anestesi
http://perso.wanadoo.es/jcuso/drogas-medicamentos/otras-sustancias-psicoactivas.htm

Artikel Terkait:
Spinal Anestesi Itu Apa sih

Friday, December 3, 2010

HIV/ AIDS bagaikan gunung es yang mengancam

Sejak tahun 1980 sampai 2009 penderita yang hidup dengan HIV/ AIDS terus meningkat dan mengkhawatirkan. Menurut UNAIDS ( United Nations Programme on HIV/AIDS) data terakhir yaitu tahun 2009, menuliskan bahwa penderita yang hidup dengan mengidap HIV didunia sekitar 33,3 juta jiwa dewasa dan 2,5 juta jiwa anak-anak.

sumber grafik : http://www.avert.org/worldstats.htm

Jika dilihat grafik, penderita HIV terus meningkat dari tahun ke tahun, hal tersebut sangat mengkhawatirkan, karena belum ada obat yang benar-benar mampu memberantasnya.

Fakta diatas bagaikan gunung es yang mengancam, akan meruntuhkan peradaban manusia secara perlahan. Kita diingingatkan untuk berprilaku hidup sehat dan waspada universal, serta menjauhi seks bebas dan menggunakan narkoba.

Baca Juga:

Thursday, December 2, 2010

Padang kembali gempa warga panik











Padang kembali dihoyak gampo (digetarkan gempa) pukul 10.11 WIB pada tanggal 03/12/2010 dengan kekuatan 4,2 SR yang berpusat di darat 7 km Timurlaut Padang dengan kedalaman 10 Km.

Menurut BMKG gempa dirasakan sampai ke Solok, Padang panjang, Bukittinggi dan Muko-muko.

Saat Gempa, Warga berhamburan keluar gedung, karena cemas dan trauma akibat gempa september 2009 yang lalu.Sampai berita ini dipublikasikan, belum ada korban jiwa dan kerusakan parah akibat gempa.

Foto diatas adalah, foto rumah orang tua saya saat dihajar gempa 30 September 2009.

Perawat menuntut kebijaksanaan DPR

Puluhan perawat dari sejumlah daerah melakukan unjuk rasa di Gedung DPR di Senayan Jakarta, Kamis (02/12/2010), untuk menuntut penuntasan RUU tentang Keperawatan.

Wednesday, December 1, 2010

Inikah yang dinamakan kecanduan ngeblog

Dua tahun yang silam tidak pernah berpikir akan terseret sejauh ini, tidak pernah mengimpikan jadi narablog, tidak pernah belajar disekolah untuk jadi penulis amatiran di dunia maya, tidak pernah terlintas dibenak akan larut dalam dunia bloghosphere.

Setiap mengupdate tulisan di Medianers.com saya selalu kecanduan ingin menulis lagi, setiap membaca tutorial dari webmaster saya ingin belajar dan mempraktekanya.

Sebenarnya ada apa ini? itu pertanyaan yang selalu menggorogoti benak, kok saya dibawa arus sejauh ini, rasanya kecanduan ini semakin meningkat dan merasa haus akan ilmu pengetahuan tentang teknologi informasi.

Baca juga: