Saturday, October 1, 2011

Seragam dokter dan perawat media infeksi nasokomial

Hati-hati dengan seragam dinas dokter dan perawat, karena bisa membawa bakteri sebagaimana yang dipublikasikan kompas.com bahwa Peneliti dari Israel menemukan bakteri berbahaya pada 60 persen seragam dokter dan 65 persen seragam perawat.


Peneliti mengambil sampel usapan dari 75 seragam perawat dan 60 dokter. Usapan dari seragam itu diambil di bagian lengan baju, kantong, dan area perut.Tim peneliti menemukan bakteri yang kebal obat pada 21 seragam perawat dan 6 seragam dokter. Ditemukan pula 8 contoh bakteri Staphylococcus aureus (MRSA) yang sangat kebal terhadap antibiotik.

Menurut Russell Olmested, Presiden Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology. Untuk mencegah terjadinya penularan kepada pasien, para petugas kesehatan wajib memiliki standar higienitas yang tinggi.

Cara mencegah infeksi nasokomial dari seragam petugas menurut Kumpulan Askep

Data yang telah dirilis diatas, hendaknya sebagai acuan oleh pengambil kebijakan di Rumah Sakit dalam mencegah penularan.

Seharusnya Dokter, Perawat dan petugas kesehatan yang berhubungan langsung dengan pasien menggunakan baju/ seragam yang telah disediakan rumah sakit di ruang ganti dan ketika petugas tersebut habis jam kerja/ mau pulang maka mengganti lagi seragamnya.

Baju dinas yang telah disediakan pihak Rumah Sakit tidak boleh dibawa pulang, tapi dikirim lagi ke laundry untuk dibersihkan.

Sepanjang pengetahuan saya, harus ganti baju sebelum masuk ruangan untuk melayani pasien baru diterapkan di Instalasi Bedah Sentral saja, sebelum dokter dan perawat akan melakukan operasi, namun di IGD, ICU dan bangsal atau ruang rawatan tidak demikian.

Penyebab tidak diterapkanya ganti pakaian dibangsal / rawatan

1. Pihak rumah sakit tidak menyediakan pakaian ganti untuk dokter dan perawat yang dinas di bangsal atau di rawatan.

2. Aturan dari pemerintah daerah/ pemerintah kota yang mewajibkan petugas kesehatan menggunakan seragam putih plus logo pemerintah dalam setiap pergi dinas atau melaksanakan tugas.

3. Saat ini, seragam dokter, perawat dan petugas kesehatan belum dilihat sebagai media infeksi nasokomial dan belum masuk program pengendalian infeksi nasokomial di rumah sakit secara menyeluruh.

Seandainya telah masuk program pengendalian infeksi nasokomial, maka pernyataan si Russell Olmested diatas akan menjadi acuan di Rumah sakit tempat saya bekerja atau dirumah sakit lainya di Indonesia.

Nah ! menurut anda yang suka melarang petugas kesehatan/ perawat menggunakan baju bebas ketika pergi dinas dan baru menggunakan baju seragam di rumah sakit ketika melayani pasien gimana ? apa anda punya argumen yang cerdas memberikan solusi?.........

2 comments:

  1. Ternyata seragam dokter rawan membawa bakteri juga ya sob, semoga pemerintah menindak lanjuti masalah tersebut. Menurut saya daripada kena infeksi, memakai baju bebas juga tidak apa-apa, yang penting masih tetap profesional dalam menangani pasien.

    ReplyDelete
  2. betul sob, setuju dengan pendapatnya.

    ReplyDelete

Terima kasih atas waktu dan kunjungan anda. Ditunggu kedatangannya di lain waktu.