Berawal dari email sampai tersesat di dunia maya

"Oh.. mama papa, aku sudah kerja, siang dan malam...dan bahkan bukan untuk diriku sendiri". getaran menggelitik paha sebelah kanan, saya langsung mengeruk saku,setelah benda mati yang bergetar itu di keluarkan, otak kanan langsung memerintahkan ibu jari untuk menekan tombol sebelah kiri agar pesan yang di terima bisa terbuka,setelah membaca pesan tersebut,saya sedikit bingung,"anton agar komunikasi kita lancar sebaiknya kamu membuat email jadi apapun prosedur dan tata cara pelaksanaanya nanti saya kirim pesan ke alamat email mu, mohon maaf saya tidak bisa mengirimnya melalui sms karena pesan yang akan saya kirimkan terlalu panjang.Untuk itu, silahkan kirim balik ke nomor handphone saya alamat emailmu " begitulah isi pesan dari sms tersebut, yang intinya menyuruh saya untuk membuat sebuah akun email.

Kebingungan mulai melanda susunan syaraf pusat,saya orang desa yang baru dapat pekerjaan kemudian di suruh membuat email,jangankan email menekan keyboard komputer saja baru 2 kali saya lakukan,itu karena tugas kuliah yang mendesak sementara orang rental pengetikan sedang banyak kerjaan sehingga saya di bukakan microsoft word dan di suruh mengetik, dengan terbata-bata dan sangat lamban saya terpaksa untuk mencari-cari huruf yang akan di pencet.Waktu kuliah saya selalu memakai jasa rental karena tidak punya komputer dan tidak pernah kursus komputer jadi yang berbau komputer dan teknologi informasi sangat tidak bersahabat dengan kehidupan sehari-hari, kalaupun ada tugas, saya lebih senang mencari referensi ke pustaka di banding ke warnet,sehingga saya merasakan dampak yang memalukan,gaptek dan kolot ketika di hadapkan dengan situasi seperti sekarang ini.

Saya tidak mau menyerah dengan kejadian ini,saya harus berbuat sesuatu karena saya tidak ingin mengabaikan peluang begitu saja gara-gara tidak punya alamat email, lalu saya temui seorang sahabat, saya keluhkan bahwa saya tidak punya email dan saya membutuhkan email tersebut sekaligus saya ingin di ajarkan bagaimana cara membuatnya, lantas sahabat tersebut dengan senang hati menjawab, ooo itu gampang bang(karena saya tua 2 tahun dari dia) nanti malam kita ke warnet, akan saya ajarkan sekaligus buat akun friendster, biar abang banyak kenalan baik dalam maupun luar negri, wah saya langsung semangat mendengarnya,ini bisa di andalkan ternyata sahabat ini pintar juga, begitu persepsi yang muncul saat itu.


Sore menjelang malam,saya siap-siap mandi, makan dan menunggu janji yang sudah di sepakati, tepatnya pukul 19.00 wib setelah selesai sholat maghrib, saya kunjungi sahabat tersebut dan langsung meluncur ke warnet yang jaraknya dari rumah kira-kira 200 meter, setibanya di warnet saya langsung di ajarkan bagaimana cara login ke billing, terus di perkenalkan mozilla firefox dan langsung menuju website yahoo mail, kemudian saya di bimbing oleh sahabat tersebut, alhamdulillah saya sukses membuat email.Nah,sekarang abang sudah punya email, ini alamatnya a.wi7e@yahoo.com ,seperti janji saya tadi, abang akan saya tuntun membuat akun friendster, silahkan abang daftar di sini, dengan mengarahkan kursor mouse,dalam waktu 10 menit saya juga berhasil membuat akun tersebut.


Rasanya hari ini, hari yang menyenangkan karena mendapat pelajaran yang berharga,setelah sampai di rumah,saya langsung mengirimkan alamat email tersebut melalui sms kepada yang telah meminta siang tadi "maaf buk,pesanya baru saya balas,ini alamat email saya a.wi7e@yahoo.com,silahkan dikirim informasinya".

Beberapa saat kemudian rasa capek sudah menghampiri dan waktunya istirahat,malampun siap menghampiri pagi, siangnya tidak sabar untuk kembali ke warnet untuk mengenali lebih dekat apa yang sudah di ajarkan teman tersebut.

Tiga hari berlalu, sms masuk lagi "anton,silahkan buka emailmu,pesanya sudah saya kirim. Oh ya, jangan lupa bergabung dengan grup facebook yang telah saya buat untuk organisasi kita". Sms tersebut membuat saya kegirangan,baru pertama kali mendapat kiriman email dari seseorang, saya tidak sabar untuk melihat isinya, kemudian saya langsung tancap gas ke warnet terdekat dan langsung login, buka email dan memahami isi pesan,setelah mengerti apa yang di informasikan, ah..saya coba click, tautan apapula ini?..ternyata terhubung ke facebook, apakah anda sudah punya akun facebook? kalau belum, silahkan mendaftar, begitulah kira-kira yang saya baca, saat terhubung dengan website tersebut,tidak berfikir panjang, saya ikuti saja perintah yang ada di situ kemudian kurang lebih keluar serangkaian kalimat di layar komputer "selamat anda sudah punya akun facebook, silahkan cari teman yang anda kenal". Wah...saya jadi kaget, ternyata berhasil.

Mungkin rentetan pengalaman di atas, suatu hal yang menyedihkan tapi bagi saya tidak ada kata terlambat untuk mengenal, belajar dan menggali lebih dalam hal-hal baru yang bisa memberikan nilai positif untuk pengembangan diri. Kalau saya takut atau bersembunyi di balik kekurangan, saat di minta alamat email oleh sahabat tersebut, mungkin sampai saat ini saya masih buta akan teknologi informasi dan masih terlilit oleh cara-cara tradisional dalam menghadapi pergaulan modern.