Depkes atau Kemenkes, lantas apa bedanya


Depkes singkatan dari Departemen Kesehatan, sedangkan Kemenkes kependekan dari Kementerian Kesehatan.Hal tersebut, ada perubahan penyebutan atau penulisan nama, dari Departemen menjadi Kementrian, sedangkan secara makna dan wewenang yang dimiliki sama sekali tidak ada perubahan yang berarti, tetap saja seluruh tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh indonesia dibawah perintah dan kebijakan Depkes lama atau Kemenkes baru.



Perubahan yang melatar belakangi nama depkes menjadi kemenkes, suatu pertanyaan besar bagi saya, yang belum dapat pencerahan dari siapapun, meski sudah berusaha mencari tau alasan valid mengapa hal tersebut berubah. Suatu ketika, saya pernah bersenda gurau dengan seorang teman, lalu teman tersebut mengungkapkan, sebaiknya nama Departemen kesehatan dirubah menjadi Departemen kedokteran, karena yang mengisi jabatan strategis diseluruh jajaran kesehatan, seperti kepala dinas kesehatan dan direktur rumah sakit, baik tingkat daerah maupun pusat adalah dokter, apalagi jabatan setara Menkes, sudah dipastikan seorang dokter.

Meskipun ada tenaga kesehatan selain dokter yang berkompeten untuk menjadi direktur suatu rumah sakit, ternyata sulit mendapatkan jabatan yang demikian, karena dikebiri oleh UU Rumah sakit tahun 2009 pasal 34, dengan tegas menyatakan bahwa yang boleh memimpin suatu rumah sakit adalah tenaga medis (dokter dan dokter gigi), sehingga muncul asumsi adanya kasta dikesehatan, bahwa selain dokter, profesi kesehatan lainya adalah profesi kedua atau kasta terendah di kesehatan.
(http://rumahsakit.blogdetik.com/2009/09/17/haruskah-rumah-sakit-dipimpin-dokter/)

Jangan-jangan canda tawa teman tersebut terdengar oleh pengambil kebijakan negri ini, sehingga mereka merubah singkatan menjadi Kemenkes, agar kata Departemen Kesehatan tidak bisa lagi di plesetkan menjadi Departemen Kedokteran.

Perubahan kata Depkes menjadi Kemenkes ini sah-sah saja dilakukan oleh pihak yang berwenang, mungkin ada alasan konkret dan logis yang tidak saya ketahui, mengapa hal tersebut berubah, namun mengingat keefisienan, maka perubahan nama bagi organisasi besar, apalagi itu departemen sangat berpengaruh besar terhadap kelancaran administrasi dan anggaran keuangan. Seperti, berapa banyak kop surat yang akan diganti oleh suatu instansi yang akan ditujukan untuk depkes, kemudian coba hitung plang nama suatu instansi yang berada dibawah Depkes yang akan diganti kata-katanya menjadi Kemenkes, kemudian berapa banyak stempel yang terbuang gara-gara perubahan nama tersebut. Sudah efisienkah, tidak mubazirkah itu? Biasanya setiap instansi menyediakan stok untuk kop surat, karena adanya perubahan tersebut maka kop yang telah disediakan itu menjadi terbuang percuma.

Hal diatas hanya gambaran kecil, kemudian waktu yang terbuang sia-sia juga dialami juru ketik di suatu instansi, untuk mengedit kata depkes menjadi kemenkes, yang seharusnya waktu tersebut bisa digunakan untuk mengetik tugas lainya.

Selama perubahan Depkes menjadi Kemenkes, saya belum merasakan makna yang berarti, kecuali perubahan nama. Secara riil saya belum merasakan atau mendengar adanya perubahan program atau kebijakan yang tidak diskriminatif atau kebijakan yang tidak membeda-bedakan profesi antar kesehatan.

Lantas, muncul lagi pertanyaan yang belum terjawab, Apa makna substansial perubahan nama Depkes menjadi Kemenkes ?
Hanya opini diatas yang mampu saya berikan. Lalu bagaimana tanggapan sobat dengan fenomena tersebut?.....
Related Posts

Tambahkan Komentar Sembunyikan