Tejo lupa surti marah

Surti marah karena tidak dikirimi pesan oleh tejo, padahal tejo sudah berjanji akan mengirim SMS kalau dirinya telah sampai ditujuan. Surti memperkirakan 1 jam yang lalu, tejo telah berada di tempat tersebut, namun SMS nya belum juga masuk, dengan perasaan gundah, surti mengirim pesan pada tejo sekitar pukul 16.09 wib , melalui pesan singkat tersebut surti menuliskan, ” Katanya abang mau ngasih kabar, tu kan boong lagi”.


Situasi yang hingar bingar saat menempuh perjalanan nan jauh, membuat tejo gelisah, serta terik matahari yang menyengat membuat otak tejo menggelegar, kemudian peluh bercucuran sehingga tejo menanggalkan jaket yang berisi handphone dan memasukan dalam tas yang terletak diatas mobil, tindakan tersebut membuat tejo lupa mengirim SMS pada kekasih hatinya si surti sebelum turun dari mobil, untuk sekedar bilang bahwa telah sampai ditujuan dengan selamat.
Tindakan lupa tersebut tidak berlangsung lama, tejo ingat ketika berada dalam ruangan, oh ya saya belum kirim pesan pada surti, otak tejo langsung memerintahkan tangan kanan untuk mengambil handphone, pas tangan masuk dalam saku celana, handphone tidak teraba, wah lupa lagi, handphonenya dalam saku jaket, jaket tersebut tinggal di mobil, lalu tejo cari akal cara keluar dari ruangan untuk mengambilnya, kalau berjalan nanti dibilangin tidak sopan dan tidak menghargai orang yang sedang memberi pengarahan, akhirnya tejo mengurungkan niat untuk keluar dan menunda mengirim SMS pada jantung hatinya.

Setelah pengarahan dan acara makan siang usai, tejo langsung keluar menuju mobil untuk mengambil handphone, ternyata mobil terkunci sedangkan kunci mobil dibawa oleh sopir dan sopir tidak kelihatan batang hidungnya. Wah, tejo garuk-garuk kepala, ini bisa berabe, perang dunia kedua akan meletus.

Pukul 18.00 wib, semua kegiatan selesai, orang-orang telah berkumpul untuk pulang, tejo masih saja clingak-clinguk, namun SMS belum juga dikirim pada surti yang lagi menunggu kesetian dan perhatian dari tejo.

Perjalanan yang melelahkan, segala kegiatan tidak ada lagi yang tersisa, kemudian tejo membongkar tas, mencari handphone dalam saku jaket, tejo merasa bersalah, telah lalai dan mengabaikan calon ibu dari anak-anaknya, disudut kamar tejo membalas SMS, ” Maafkan abang dek, tadi handphone berada dalam tas dan tas tertinggal dalam mobil, abang sekarang telah sampai dirumah.”

Dalam hati tejo bergumam, akulah orang yang ingkar janji , akulah orang yang sering mengecohmu, akulah orang yang mengecewakanmu. Aku bodoh, karena kebodohanku dirimu mulai krisis kepercayaan.

Maafkan kebodohanku surti, aku tidak sempurna, kadang- kadang aku bertindak berdasarkan naluri bodoh yang sulit untuk kau terima, meskipun alasan-alasan yang kuberikan itu hanya untuk membela diri.

Pengakuan diatas adalah tindakan terbodoh yang pernah dilakukan tejo pada kekasih hatinya surti. Tejo terlalu lugu untuk mengungkapkan fakta tentang dirinya pada surti, karena dia takut kehilangan.

Surti tak tahan lagi dan mengeluarkan ancaman ” Awas, tunggu kemarahanku”. sudah dua kali aku dibohongi, kemarahanku bagaikan gunung es, memang sekarang sedikit yang terlihat, tapi sewaktu-waktu bisa menjungkalkan kapal yang sedang berlayar.

Manusia memang tidak sempurna, bukan berarti tejo bersembunyi dibalik kelemahan, namun kesalahan itu disebabkan berbagai faktor yang harus disikapi dengan arif dan kedewasaan, semoga surti bisa menerima kekurangan tejo dan saling mengisi, karena surti juga memiliki kekurangan yang harus diterima tejo dengan kemulian.

Bumbu tanpa garam tidaklah enak, begitu juga dalam menjalin hubungan, tidak selamanya mulus dan lancar, pasti ada perbedaan dan perselisihan, kedewasaan itu lahir karena sering mendapat cobaan dan tantangan, semoga surti dan tejo mampu menyikapinya dengan bijaksana tanpa ada pertengkaran yang menjurus untuk berpisah.
Related Posts

Tambahkan Komentar Sembunyikan