Beno tambatan hati seorang gadis.


Penulis : Wiwit Syafitri

Diawal hubungannya dengan beno, gadis merasa tidak yakin kisah kasihnya akan berjalan lancar. Bahkan pernah terbersit dihatinya, bahwa beno hanya membawa mimpi semu. Dalam hitungan minggu, gadis yakin beno akan menghilang dari kehidupannya. Pesimis, memang menjadi tabiat gadis dalam urusan asmara. Gadis bahkan tidak menjanjikan apa-apa diawal hubungannya dengan beno. Tapi beno begitu berbeda. Dengan sabar, beno menunggu terbukanya hati gadis untuknya.


Sekarang sudah berjalan beberapa bulan. Tidak seperti yang dibayangkan gadis, beno masih ada dalam kehidupannya. Gadis mulai bisa menerima dan mulai terbiasa dengan kehadiran beno. Tapi tidak berarti semuanya berjalan tanpa kendala.

Beberapa kali gadis merasa dikecewakan oleh beno. Bukan hal yang besar, tapi bukankah masalah yang besar berawal dari hal yang kecil?
Beno beberapa kali membatalkan janji secara sepihak. Beno dengan berani menyimpulkan sendiri apa yang kira-kira ada di fikiran gadis, dan berhalusinasi seolah beno sudah mendapat persetujuan dari gadis untuk membatalkan janji.

Sebenarnya, gadis bukanlah perempuan yang manja, yang selalu tergantung dengan orang lain. Tapi gadis adalah orang yang menghargai janji, dengan siapapun. Kalaupun perjanjian akhirnya batal, gadis akan menerimanya dengan tenang. Tapi pembatalan yang sudah disetujui dari kedua belah pihak yang berjanji. Tidak terkecuali dengan beno.

Gadis adalah orang yang sulit untuk mengungkapkan kemarahannya kepada orang lain. Bukan berarti gadis menganggap beno orang asing, hanya saja belum terbiasa mengungkapkan kemarahannya secara lepas kepada beno. Semuanya memang butuh penyesuaian.

Dari awal, beno dan gadis berencana untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Bahkan sekarang, beno berencana untuk mempersiapkan arus cepat bagi mereka untuk segera sampai ke tahap itu. Hal ini juga yang membuat gadis bertahan dan berusaha untuk memahami beno. Gadis tidak mengharapkan hal yang luar biasa dari beno. Gadis hanya mengharapkan beno bisa membimbingnya dunia dan akhirat.

Hubungan mereka masih tergolong baru. Masih terlalu dini untuk menyimpulkan, walaupun hubungan mereka yang sudah berjalan beberapa bulan cukup tenang dan tidak ada masalah yang begitu berarti. Semoga saja harapan mereka menuju jenjang pernikahan dapat terwujud dan mereka dapat saling mengisi dalam kehidupan mereka nantinya.

Berhasilkah Beno mempersunting gadis? dan tahankah gadis menerima segala kekurangan Beno? Tunggu kisah selanjutnya.........
Related Posts

Tambahkan Komentar Sembunyikan