Jangan di panggil Dokter

"Terima kasih dokter! anak saya telah lahir dengan selamat, sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman, ketika anaknya keluar dengan sehat dan istrinya bisa menjalani operasi dengan lancar."(Pengalaman saya, setelah selesai operasi di Instalasi Bedah Sentral ).
"ikutan ah barter link Dokter Anton..hehehe..dah tak pajang di kolom M di sidebarku ya dokter....makasih lho...confirm ya kalo dah barteran...dan bersedia...:)..salam.." (Komentar sobat blogger, ketika ingin bertukar link )

"Wah, artikel yang bermamfaat dari dokter."
(Komentar Spamer, ketika mengomentari artikel saya dengan judul "Amputasi pada pasien gangren diabetes melitus" komentar tersebut sudah di hapus karena mengandung spam link)

Saya menampilkan percakapan diatas untuk meluruskan yang sebenarnya, agar tidak salah persepsi yang bisa menimbulkan situasi yang tidak di inginkan di kemudian hari, sebab menyangkut nama profesi, jika sikap dan prilaku saya selama ngeblog baik dan menyenangkan, semua orang pasti akan menerima, tetapi kalau ada yang salah, mungkin banyak yang komplain dengan di panggil dokter, sebab saya sarjana Keperawatan, bukan dari sarjana Kedokteran. Seorang sarjana Keperawatan, layaknya berlabel Perawat, di panggil Ners atau Mantri kalau di pelosok desa.

Saat perkenalan awal dengan pasien di Rumah Sakit, saya juga memperkenalkan diri bahwa saya Perawat, agar pasien mengetahui kapasitas dan tanggung jawab yang di emban. Jika lupa untuk memberitahukan dan mereka memanggil dokter, maka saya luruskan kembali dengan menyebutkan identitas yang jelas.
Di Medianers, saya juga memperkenalkan diri secara keseluruhan tentang Author Blog, agar pengunjung dan sobat Blogger dapat mengetahui, meskipun tidak bertatap muka.

Menuliskan data lengkap di Medianers, bukan untuk pamer atau narsis,tapi bentuk tanggung jawab moral agar Blog ini tidak di kira Blog siluman yang tidak tau asal-usulnya, sebab postingan yang di publikasikan harus di pertanggung jawabkan, kemudian konten Blog ini seputar Kesehatan dan Keperawatan, sehingga pengunjung bisa mengukur kapabilitas artikel yang di publish berdasarkan latar belakang penulis.

Kedepanya, sangat berharap kepada sobat dan pengunjung, paggil saja Anton atau Uda/Ajo/Mas/Abang/Kang, silahkan dipilih mana yang enak dan jangan dipanggil dokter, saya takut di kira mengaku-ngaku sebagai itu.