Akunku Kebetulan Diterima Oleh Google Adsense

Menjalankan usaha jadi publisher google adsense wajib melalui proses. Tidak bisa instan, langsung pandai dan berhasil.

Dahulu, sekitar 5 tahun yang lalu, saya ngotot sekali agar diterima jadi publisher oleh Google Adsense. Segala usaha saya lakukan untuk mendapatkannya.

Tutorial yang beredar di internet saya lahap dan praktekkan. Bahkan domain blog saya, pernah di ubah menjadi domain berbayar, kata ahli netpreneur, "google adsense lebih senang menerima calon publisher yang punya domain sendiri, bukan gratisan". Alasannya, sederhana, bahwa seorang Blogger di anggap serius memonetisasi blog.

Alhasil, meskipun punya domain berbayar, tetap saja saya di tolak oleh tim google adsense sebagai publisher dengan alasan blog saya masih banyak kekurangan di sana-sini.

Lalu, saya mencoba mendaftar lewat blog lain yang memiliki konten 100 persen berbahasa inggris, hasilnya juga nihil. Tim google adsense tetap tidak menerima. Saya sadar betul, bahwa blog tersebut mengandung konten copy paste, dan diramu dengan google translate. Seandainya di baca oleh orang yang pintar berbahasa inggris mungkin akan ketawa-ketiwi memaknainya.

Bentuk usaha yang saya lakukan tidak benar, pastinya akan mendapatkan ganjaran yang setimpal, bahwa tim google adsense tidak akan menerima menjadi publisher yang kurang kreatif.

Mengapa saya menjadi plagiat demi mendapatkan akun adsense dan menjadi publisher, sementara membuat artikel saja tidak mampu? Apakah karena uang atau gengsi? Akhirnya saya sadar dan malu telah berbuat yang tidak lazim di dunia maya, demi sebuah ambisi semu.

Kabar baik bergulir di kalangan blogger yang tidak bisa berbahasa inggris seperti saya, bahwa 1 Februari 2012 google adsense mensupport blog berbahasa indonesia. Silahkan di daftarkan blog dengan konten Indonesia. Tidak perlu buat blog berbahasa inggris amburadul segala. Namun, saya mulai pesimis, patah arang dan trauma untuk mendaftar lagi.

Tahun 2012, saya mulai melirik situs lokal yang mampu membayar mahal publisher sebagai penayang iklan di blog. Pilihan saya jatuh pada idblognetwork. Sempat juga saya bekerjasama, namun hasil tidak memuaskan, dan tak pernah 'pay out' karena tidak sanggup mencapai target pembayaran. Akhirnya script iklan saya lepas dari medianers.

Teman-teman blogger se-angkatan dengan saya, sudah muncul 'Ads by google' di blognya, artinya mereka sudah jadi publisher Google adsense. Yah, saya hanya sanggup menelan ludah pengen juga seperti mereka.

Bumi terus berputar pada jalurnya, sementara saya sempat terhenti berproses dan berinovasi. Saya mulai kehilangan semangat untuk menulis di Medianers. Nyaris blog saya di gembok oleh mesin pencari, seluruh artikel tidak lagi terindeks , karena saya telah melanggar beberapa aturan.

Setelah di perbaiki melalui webmaster tools, akhirnya seluruh tulisan yang ada di medianers kembali terindeks di mesin pencari. Namun, semangat saya untuk aktif menulis lagi tidak muncul walaupun blog sudah tidak lagi bermasalah.

Keinginan untuk menulis, saya lampiaskan di Kompasiana dan Facebook, medianers saya biarkan terbengkalai, bagaikan rumah yang di tinggal penghuninya, tumbuh rumput liar dimana-mana, dan tak terurus.

Keinginan untuk jadi publisher Google adsense masih ada, akan tetapi saya trauma, takut di tolak lagi. Ketakutan saya, bagaikan mencintai seorang wanita cantik waktu remaja, ingin memilikinya,tapi takut mengungkapkannya.

Tanpa sengaja, saya tersesat pada sebuah blog yang mengupas tentang google adsense, di situ dijelaskan bahwa mendaftar lewat youtube besar peluang untuk di terima. Maka saya siapkan saja email baru dan buat akun, serta upload satu rekaman. Rencana nya sewaktu-waktu mana tau melalui ini bisa berhasil.

Dua hari kemudian, di dashboard blogger saya coba merubah alamat email yang pernah di daftarkan dengan alamat email yang baru saya buat. Lokasinya di tab ' penghasilan' lihat tukar akun adsense. Saya bermaksud, hanya menukar alamat email saja pada akun adsense yang pernah di tolak.

Saat proses penukaran akun, ada beberapa petunjuk dan perintah yang harus di ikuti, eh ternyata tanpa saya sadari, saya sedang mendaftar jadi publisher Google adsense melalui blog ini, medianers yang pernah di tolak, namun pendaftaran lewat email yang berbeda.

Selang beberapa menit, saya buka pesan di inbok, saya diminta memasang gadget adsense yang ada di tata letak blogger, serta mendapatkan pemberitahuan iklan akan muncul apabila saya lolos verifikasi tahap 2.

Satu minggu kemudian, iklan pun muncul. "Alhamdulillah, inilah yang saya tunggu-tunggu selama ini" lirih dalam hati. Penuh tanya, kok bisa secara kebetulan gini ya? tanpa tutorial, tanpa rencana saya nyasar begitu saja mengganti alamat email, hingga mendaftarkan blog yang sudah di tolak, ternyata bisa diterima dengan alamat email berbeda". Pokoknya saya jadi galau dan keheranan.

Setelah iklan muncul, timbul pertanyaan, mau saya apakan blog ini? Dan apakah blog ini mampu menghasilkan uang? Dua minggu berjalan, pundi-pundi yang mampu saya dapatkan kurang dari 3 dolar dan lebih dari 2,5 dolar. Ternyata sedikit sekali. Tidak seindah yang di bayangkan.

Bukan google adsense yang salah, kenapa ia memberi saya sedikit, tapi saya yang belum mahir bermain, karena baru 2 minggu. Saya di tuntut untuk mencari informasi tentang bagaimana cara meningkatkan pendapatan melalui iklan google adsense. Serta mencari tambahan informasi bagaimana cara mendatangkan trafik yang banyak ke medianers agar angka klik signifikan dan penghasilan bisa memuaskan, serta bagaimana cara membuat konten/artikel yang baik, benar-benar di butuhkan pengunjung, agar iklan sering tampil, dan masih banyak pertanyaan yang ingin saya tau jawabannya.

Yah, saya harus berproses lagi, bagian dari belajar otodidak di dunia maya, cara menghasilkan uang dari menulis/blog.

Hikmah yang dapat saya petik dari pengalaman ini adalah. Oh ya, ada yang ketinggalan, bahwa saya juga belum 100 persen jadi publisher adsense, karena belum mendapatkan PIN (personal identification numbers) dari Tim adsense sebagai bentuk verifikasi terakhir dari tim adsense terhadap publisher. Jika sudah mendapatkan PIN, mungkin bolehlah sedikit bergembira.

Kembali, hikmah yang dapat saya petik dari pengalaman ini adalah, jangan pernah berhenti berproses untuk mendapatkan apa yang di inginkan, dan jangan pernah puas untuk mengetahui sesuatu, tetapi  belajar dan terus belajar, sewaktu-waktu dari kegagalan dan rasa ingin tau itu membuat pembelajaran lebih hidup yang senantiasa akan menguntungkan kita.

Hmm, tidak bermaksud menggurui, tapi hanya sebagai bahan pengingat di kemudian hari, di saat saya lupa, saya akan membaca tulisan ini lagi. Bahwa jangan pernah berhenti berproses dan utamakan kejujuran, jangan plagiat, jangan mengecoh, sesungguhnya google tak akan bisa tertipu. Jalani proses dengan alami, meskipun tersesat, karena jujur insha allah akan membawa berkah.

Oke, sampai di sini dulu keluh-kesah saya tentang jalan berliku jadi pubhliser google adsense. (Anton Wijaya).
Related Posts

Tambahkan Komentar Sembunyikan