Saturday, March 24, 2012

Bahaya IUD

IUD singkatan dari Intra Uterine Device  digunakan untuk alat kontrasepsi pada wanita. IUD diletakan didalam rahim dengan tujuan mencegah/ menghambat pertemuan antara sel telur dengan sel sperma,sehingga tidak terjadi pembuahan dan kehamilan.

IUD merupakan alat kontrasepsi paling banyak digunakan, karena dianggap sangat efektif dalam mencegah kehamilan dan memiliki manfaat yang relatif banyak dibanding alat kontrasepsi lainya. Diantaranya, tidak menganggu saat coitus (hubungan badan), dapat digunakan sampai menopause dan setelah IUD dikeluarkan dari rahim, bisa dengan mudah subur.

Jenis IUD beragam dan memiliki segudang manfaat, namun pada artikel ini yang diperkaya oleh gambar, Medianers hanya menampilkan IUD berbentuk T. Kemudian, dibalik manfaatnya yang begitu banyak, diperkirakan kurang dari 0,1 persen sangat membahayakan yang dikenal dengan bermigrasinya IUD ke dalam rongga perut, sehingga bisa mengakibatkan komplikasi  pada saluran pencernaan dan perkemihan.

Bentuk IUD Coffer T
IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelene.
Bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus.



IUD Coffer T terpasang dalam rahim

IUD coffer T terpasang dalam rahim

Bahaya IUD

Dalam konteks normal, IUD Coffer T dalam rahim terlihat seperti gambar diatas, namun jika dalam konteks abnormal, IUD mampu menembus otot rahim dan Coffer T bermigrasi kedalam rongga perut, pernah dilaporkan melukai usus pasien dan menembus kandung kemih.

IUD coffer T menembus otot rahim dan bermigrasi kerongga perut.
Jika dalam konteks abnormal diatas, IUD harus dikeluarkan dengan tindakan pembedahan Laparatomi untuk mengangkat IUD yang tertinggal dalam rongga perut .

Nah, jika anda pengguna IUD jika menemukan tanda dan gejala tidak mengenakan dibagian perut bawah, secepatnya kontrol  pada dokter anda .
Gambar diambil dari berbagai sumber.

4 comments:

  1. Wah ngeri juga kalau lihat bahayanya..
    Terima kasih atas infonya.

    ReplyDelete
  2. Waduh.., sbg nakes bukannya menampilkan kebaikan iud malah menampilkan artikel bahaya iud.. ingin meluruskan saja kalau pemakaian iud itu tidak berbahaya.., memiliki efek samping tentu saja, namanya buatan manusia, tp efek sampingnya pun tidak berbahaya.. artikel yg anda sebutkan diatas bisa terjadi bukan karena iudnya..., tapi karena pemasangannya yang salah terlalu dalam sehingga menembus dinding uterus.., kalau tembus ya bisa saja ke usus, atau kandung kemih atau daerah abdomen lainnya.. mana ada iud bisa menembus sendiri otot rahim..kalo bukan krn kesalahan pemasangan... jd tolong sbg nakes seharusnya tau mana penyampaian yg benar mana yg salah.., klo tidak mnguasai materi lebih baik sebelum meng upload artikel konsultasi dulu dgn ahlinya.. terimakasih..

    ReplyDelete
  3. Anonymous ! Komentar anda sengaja saya approve, karena pedas. Hah hah..Sebagai nakes saya juga punya kewajiban menyampaikan kekurangan dan kelebihan dari alat kesehatan yang dipasang pada manusia, agar pasien bisa menentukan pilihan. Tolong ! anda baca lagi dan analisis artikel saya dengan otak cemerlang, bahwa nyata saya tuliskan, "dibalik manfaatnya yang begitu banyak, diperkirakan kurang dari 0,1 persen sangat membahayakan yang dikenal dengan bermigrasinya IUD ke dalam rongga perut, sehingga bisa mengakibatkan komplikasi pada saluran pencernaan dan perkemihan". Baca ya, kurang dari 0,1 persen sangat membahayakan.

    Klo anda bicara human error saat pemasangan, hati2, harus ada pembuktian dan tukang pasang bisa di tuntut.

    Artikel ini tidak menggiring pembaca untuk anti IUD, tp memberi perspektif berbeda agar semua pembaca bisa memahami. Jika menemukan keluhan tidak mengenakan pada perut setelah pemasangan IUD, maka segera periksakan ke dokter.

    Untuk mempublish ini, saya rasa tidak perlu konsul dengan ahli, blogger bebas menuliskan apa saja, asalkan bertanggung jawab. Artikel ini saya pertanggung jawabkan sebagaimana mestinya. Dan anda, tolong jangan jadi Anonymous.

    ReplyDelete

Terima kasih atas waktu dan kunjungan anda. Ditunggu kedatangannya di lain waktu.