Perawat Mengalami Stress Kerja, Ini Cara Mengatasinya

Setiap hari, kita pergi bertugas. Setiap hari, kita merawat orang sakit. Setiap hari, kita bertahan terhadap situasi sulit. Perawat, seperti profesional kesehatan lainnya, yang dikenal sebagai superhero. Mungkin tidak tahu bagaimana untuk terbang, tapi bisa berlari secepat kilat, bisa dalam keadaan darurat. 

Kami mungkin tidak memiliki kekuatan super seperti yang dimiliki superman, tapi kami memiliki hal khusus yang kami lakukan dengan baik, kami membantu menyelamatkan jiwa dari ancaman kesakitan. Tapi, kami lelah, juga. 

Tidak peduli berapa banyak Perawat mencintai pekerjaannya, tidak peduli bagaimana gairahnya, di sana hanya datang satu titik dalam karir keperawatan yakni ketika semua itu menjadi terlalu pelik. 
Perawat-stress-terhadap-tekanan-pekerjaan
Ilustrasi Perawat Stress dengan pekerjaan/
Photo: Nursingcrib
Bahkan perawat yang mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan bisa menjadi stres, juga. Stres di kalangan perawat menurut Lembaga Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Amerika (NIOSH) mendefinisikan stres kerja sebagai "Tanggapan fisik dan emosional yang berbahaya yang terjadi ketika tuntutan pekerjaan tidak sesuai dengan kemampuan, sumber daya atau kebutuhan pekerja." 

Lainnya mendefinisikannya sebagai merugikan reaksi tekanan pekerjaan yang berlebihan dari tuntutan. Keperawatan dianggap sebagai salah satu profesi yang paling stres. Perawat, terkena banyak tuntutan stres dan tekanan di daerah klinis, dan karena itu menghadapi risiko untuk berbagai kesehatan, keselamatan, dan masalah lainnya. 

Misalnya, perawat ditantang oleh tugas serta pekerjaan yang berbeda dan jam kerja (terutama shift malam), kondisi yang meliputi di bawah tekanan dan situasi stres, dan juga menyaksikan penderitaan dan kematian pasien saat bekerja.

Selanjutnya, penelitian menunjukkan bahwa, selain perawat itu sendiri, karakteristik organisasi dan manajemen berkontribusi mempengaruhi tekanan dan memicu stress dikalangan perawat di tempat kerja. 

Sehubungan dengan ini, Food and Drug Administration (FDA) setelah mempelajari tentang gangguan kesehatan di menyatakan bahwa di antara 130 jenis pekerjaan yang diteliti, maka tingkat stress profesi perawat berada di urutan ke-27. 

Perawat mengalami stres terhadap pekerjaannya, dan beberapa dari mereka kesulitan beradaptasi dengan stres yang dihadapi. Menurut estimasi (1997) di Amerika Serikat, pemicu stres kerja perawat dalam bentuk kelelahan, perilaku kasar, kecemasan, peningkatan tekanan darah, kurangnya rasa percaya diri, kurangnya kepuasan kerja, dan penurunan efisiensi. 

Penelitian mengungkapkan bahwa stres pada perawat dapat menyebabkan depresi, isolasi dari pasien, tidak adanya dan penurunan kualifikasi mereka. 

Cara Terbaik Bagi Perawat mengatasi Stress Kerja ?

Stres kerja mungkin tidak dapat dihindari dalam keperawatan, tetapi ada beberapa strategi yang dapat diambil perawat untuk mengatasinya, atau mengurangi, diantaranya sebagai berikut:

Berusaha berkomunikasi dengan baik di semua tingkat. Komunikasi adalah salah satu cara terbaik bagi perawat untuk menurunkan stres kerja, sebaiknya berkomunikasi dengan pasien, rekan kerja, dokter atau anggota lain dari tim kesehatan. 

Rutin olahraga secara teratur dan konsumsi nutrisi yang baik. Hanya karena Anda sedang sibuk, itu tidak berarti bahwa Anda dapat mengabaikan kesehatan Anda. 

Latihan kapanpun Anda bisa, mungkin itu dengan melakukan latihan ringan, atau dengan hanya berjalan-jalan atau naik tangga selama waktu istirahat. 

Mempertahankan diet yang sehat dengan makanan yang dijadwalkan secara rutin. Ini tidak hanya akan meningkatkan stamina tapi juga bisa sangat membantu meningkatkan efisiensi dan tingakat kesabaran. 

Usahakan mencari waktu luang untuk mengurus diri sendiri sambil mengurus pasien Anda.

Berbagi pengalaman dengan mentor, senior atau guru anda. Seorang mentor tidak hanya dapat membantu pengembangan karir Anda, tetapi ia juga dapat membantu Anda mendinginkan suasana ketika anda sedang berurusan dengan isu-isu tertentu. 

Dengan memiliki mentor, Anda akan memiliki panduan tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara terbaik untuk menghadapi situasi yang menantang. Jangan lupa ikuti kegiatan rekreasi. Serta luangkan waktu untuk bersantai dan mengisi hari dengan kegiatan yang menyenangkan. 

Selalu menjaga keseimbangan antara bekerja dan bermain.  Dan, selalu pupuk berpikir positif. Serta menetapkan harapan tinggi dan bekerja dengan baik. Hindari orang-orang bersikap negatif bila memungkinkan cobalah untuk mengubah negatif menjadi positif. ( Liane Clores /  Nursing Crib/ Editor: AW).