Teknik Pembedahan Fibro Adenoma Mammae - FAM

Fibro Adenoma Mammae (FAM) adalah tumor jinak dari kelenjar dan jaringan ikat pada payudara. FAM yang tumbuh dipayudara akan teraba sebagai benjolan bulat  yang  memiliki batas tegas.

Fibro Adenoma Mammae-FAM
Fibro Adenoma Mammae  (FAM)  mudah digerakan (mobile), konsistensi padat dan kenyal, kadang-kadang terasa nyeri bila ditekan.

Penatalaksanaan Pembedahan FAM
Sebelum pembedahan/operasi dimulai, Instrumentator yang handal telah menyiapkan segala kebutuhan  operasi. Seperti,  menata instrumen dengan benar dan menyediakan kebutuhan operasi, sebagai berikut:

1. Persiapan Instrumen Bedah
  • Clamp lurus kecil 2 buah
  • Clamp bengkok kecil 2 buah
  • Clamp bengkok sedang 2 buah
  • Allys  1 buah
  • Needle holder 2 buah
  • Towel clips 4 buah
  • Tangkai pisau No. 20 atau 22 sebanyak 1 buah
  • Gunting jaringan 1 buah
  • Gunting benang 1 buah  
  • Hak / Eyelide 2 buah
  • Nierbeken 1 buah
  • Kom betadine 1 buah
  • Desinfektan forcep 1 buah            
  • (Perhatian: Biasanya alat/instrumen diatas sudah diset dalam satu paket, pelabelan atau nama set berbeda tiap Rumah Sakit / tergantung dari Rumah Sakit setempat)
2. Cara Kerja/ Teknik Pembedahan FAM
  • Anestesi/ pembiusan
  • Atur posisi pasien telentang dengan punggung diganjal sama botol cairan infus agar payudara/ lokasi FAM membumbung kedepan.
  • Tandai lokasi sayatan dengan spidol atau pulpen
  • Team work cuci tangan
  • Pasang jas operasi dan sarung tangan sesuai protap
  • Lokasi FAM di disinfeksi secara melingkar dengan betadine
  • Tutupi seluruh tubuh pasien dengan kain steril, pasang duk besar dan duk kecil sehingga yang tampak lokasi yang akan disayat/ lokasi FAM
  • Bersihkan sisa betadine yang menempel di kulit dengan qaas alkohol
  • Sebelum penyayatan dimulai, Uji efek anestesi dengan pinset chirurgi, jika rasa nyeri telah hilang, penyayatan siap dilakukan.
  • Gunakan pisau no 20-22
  • Kendalikan perdarahan dengan dram qaas dan jepit ujung pembuluh darah yang terputus dengan clamp bengkok, kemudian bisa digunakan elektrik cauter untuk koagulasi atau ikat ujung pembuluh darah dengan benang silk 2/0 atau plain 2/0.
  • Kuak lokasi sayatan dengan Eyelide ( mengangakan daerah subkutis, sehingga terlihat FAM yang akan diangkat)
  • Fiksasi FAM dengan Allys 
  • Bebaskan FAM dari jaringan sekitar dengan gunting atau dengan elektrik cauter, sewaktu pembebasan dengan gunting, Allys berfungsi untuk mengangkat FAM yang telah terfiksasi.
  • Setelah FAM dibebaskan dan terangkat dari sarangnya, jika ada perdarahan hentikan dengan kiat pada poin ke 11 diatas
  • Jahit jaringan bekas FAM dengan benang cromich 2/0 
  • Jika diperlukan, pasang drain untuk mengontrol perdarahan
  • Jahit sub kutis dengan plain 2/0
  • Jahit kutis/kulit dengan teknik subkutikuler menggunakan benang plain 4/0 atau vicril 4/0 atau dengan premilene 4/0 cutting non atraumatik.
  • Setelah luka terjahit dengan rapi sampai ke kulit, maka bekas luka ditutup dengan qaas tambah betadine dan di fiksasi dengan plester.
  • Pasien dirapikan dan  dirawat di Recovery Room. 
Oleh: Anton Wijaya, Instrumentator Instalasi Bedah Sentral RSUD dr Adnaan WD.


Related Posts

Tambahkan Komentar Sembunyikan