Cara Mudah Memperoleh SKP PPNI

Seminar-cara-mudah-dapatkan-SKP-PPNI
Ilustrasi seminar / Photo : Simon Gray,
freeimages,com
Medianers ~ Memperoleh SKP secara mudah dan murah hal yang dianggap banyak Perawat mustahil. Bagaimana mungkin biaya kegiatan seminar, training dan workshop yang selama ini begitu mahal bisa kita jadikan murah? 

Dan, Bagaimana mungkin jauhnya jarak dan waktu bisa kita jadikan mudah? Semua itu akan semakin tidak mungkin kalau kita hanya terpaku pada keluh kesah tanpa membuat solusi yang nyata.

Saya akan ajak kita mengenal terlebih dahulu struktur PPNI. Struktur terkecilnya adalah DPK (Dewan Pengurus Komisariat). Disini sesungguhnya tempat berkumpul semua anggota PPNI. Sedangkan unsur pengurus di atasnya hanyalah keterwakilan anggota untuk melakukan pendekatan dan lobi kepada pemangku kebijakan.

Selama ini, DPK ini yang sesungguhnya 'mati suri'. Tak tahu kenapa, seolah struktur ini tak pernah ada. Setiap bicara PPNI, pasti pandangan akan mendungak ke struktur diatasnya. Padahal, struktur yang terdekat dengan anggota dan menyentuh langsung kebutuhan anggota ada di DPK.

Baiklah, selama ini keluhan mayoritas Perawat tentang mahalnya biaya kegiatan dan jauh dari tempat kerja kita.

Kenapa begitu mahal?

Karena biaya itu untuk bayar ruang pertemuan hotel, makanan selingan, makan siang, seminar kit dan pembicara, juga akomodasi, transportasi, konsumsi, dan fee narasumber.
Terkait : Seminar Dan Workshop Predator, Catatan Dari Panggung Sandiwara Akademik
Nah, solusi untuk ini adalah memangkas beberapa biaya yang dikeluarkan. Misalnya, tidak menggunakan hotel tapi fasilitas pemerintah atau sekolah atau Balai Desa/Aula kantor camat dll.

Peserta membawa makan siang dan alat tulis masing-masing. Serta panitia mengirimkan bahan via email saja.

Untuk pembicara, cari saja orang-orang dekat kita yang kita anggap memiliki kompetensi keilmuan dibidang itu. Saya yakin, masih banyak sejawat yang ikhlas berbagi ilmu tanpa harus dibayar mahal.

Siapa yang melaksanakan? Tentunya DPK.
Karena kalau pakai nama lembaga lain, yang saya ketahui saat ini lembaganya harus berbadan hukum dan bekerjasama dengan PPNI. Kalau pelaksananya adalah DPK PPNI, Siapa yang bisa melarang?

Jadi, semua solusi itu sesungguhnya ada pada diri kita masing-masing yang menjadi anggota organisasi profesi.
Kalau kita mau berubah dan merubah, mulailah dari bawah, mulailah dari DPK.

Banyak kegiatan yang bisa dibuat DPK dari alokasi 40% iuran anggota. Manakala DPK-nya kreatif dan inovatif, semua masalah bisa disampaikan, diskusikan dan selesaikan dari hati ke hati.

Hasil Rapat anggota, sampaikan secara bijak ke DPD. Kawal tindak lanjutnya oleh DPD agar diangkat ke DPW dan DPP. Seandainya mereka tak merespon. 
Ingat ! Mereka adalah representasi kita, maka layaklah kita kritisi dan koreksi.
Baca Juga : PPNI Harus Gelar Pendidikan dan Pelatihan Murah Untuk Perawat
Semoga kita semua berkomitmen menguatkan DPK masing-masing. Buat kegiatan semenarik mungkin, untuk menampung semua aspirasi anggota dan menanggapinya agar menemukan solusinya. (Oleh : Martony Calvein Kakomole Kuada. Founder Komunitas Perawat PEDULI Indonesia.)