PS.RSUD dr Adnaan WD versus Dinkes Kota Payakumbuh

Pertandingan Sepak bola yang dihelat dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN)  ke-47 tahun 2011 berlangsung di Lapangan Sari Bulan Kota Payakumbuh, Rabu, 9/11 berjalan sengit.

Sekitar 5 menit pertandingan berlangsung. Tim Sepak bola Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Payakumbuh dihadiahi penalti oleh wasit, karena pelanggaran yang dilakukan oleh Ari, senter bek PS.RSUD dr Adnaan WD.

Tanpa basa-basi striker dari Dinkes menggetarkan jala gawang yang dijaga oleh Surya, kiper andalan yang telah lama malang mlintang di Persepakbolaan Kota Payakumbuh itu, terpakasa memungut bola dalam gawangnya.

Dengan semangat yang menggebu-gebu, Izet maas, Kapten tim RSUD dr Adnaan WD, menggelorakan semangat pada rekan-rekanya untuk membalas. Sekitar 10 menit berselang, mimpi itu seakan sirna. Kubu Dinkes terus menekan pertahanan lawan. Cepat seperti kilat, striker dari Dinkes tanpa ba bi bu menyerobot bola crossing dari gelandang serangnya.

Andre, wing bek,kewalahan, karena kalah tinggi dari striker yang berambut setengah kepala itu. Sreekkk dengan cekatan Surya merebut bola diatas udara, hingga berguling ketanah, serta meringkuk kesakitan. Rupanya, ketika berduel diudara, striker yang namanya tidak diketahui penulis tersebut, hilang kendali dan lututnya menabrak kiper RSUD dr Adnaan WD. Lalu terjatuh bruukkkk.

Pluit langsung mengiang dirumpun telinga. Terjadi pelanggaran. Akhirnya, Surya bangkit dan memungut bola, serta mengirim ke Gesky Mahendra, Libero berpeawakan tambun, mengolah sikulit bundar, gelinding ke kanan, kelok kiri, trappp bola meluncur dengan cepat. Kontrol, langsung lari. Con, konon katanya pernah membela Persepak Kota Payakumbuh dimasa muda dulu, dengan cekatan menyambut bola dengan kaki, meliuk-liuk, olah kiri, putar kanan, langsung umpan lambung kedepan dan di lalah oleh Izet maas Stiker haus gol, membuat hiruk pikuk pertahanan lawan.

Beberapa saat. Bek Dinkes terkecoh, ternyata Izet maas tidak offside dan kiper pun kewalahan, dengan sontekan kaki kanannya, Izet maas berhasil membobol gawang. Suporter PS.RSUD dr Adnaan WD pun bersorak-sorai kegirangan.

Sampai turun minum, kedudukan 1-1. Setelah babak kedua di mulai. Edwar,seorang Manajer,sekaligus Assisten Pelatih mempersiapkan tenaga baru, dengan menarik keluar Anton Wijaya, Milizar Muchtar dan digantikan oleh sayap kiri, Tetra dan Gelandang serang, Basrul.

Permainan telah berlangsung sekitar 10 menit, Orion Ali pun dimasukan dan menarik Hendra keluar. Tidak begitu lama, membuat Izet maas yang pernah berlaga di divisi III bersama PS.Pessel, menjadikan skor 2-1, dengan tendangan samping kanan yang membuat kiper terkecoh.Braaarrrrr...Gol.

Rupanya, amunisi baru yang disuntikan secara progresif tersebut, membuahkan hasil yang maksimal. Basrul mampu memamfaatkan bola blunder dari kiper yang ditendang keras oleh Izet maas, sebagai hadiah penalti.  Basrul berlari kencang dan menendang bola ke gawang. Akhirnya, Gol... Suporterpun berteriak dengan pongah.

Skor menjadi 3-1. Tekanan menurun, dari luar semangatpun dikobarkan oleh suporter. Ps.Dinkes tidak mampu berbuat banyak, permainan di dominasi anak-anak Adnaan WD. Meskipun  perlawanan terus didengungkan  Dinkes , selalu dipatahkan oleh bek-bek tangguh PS.RSUD dr Adnaan WD.

Beberapa peluang kembali diciptakan oleh anak asuh Edwar, namun tidak berbuah gol. Penonton pun memotivasi dengan tepuk tangan. dr.Khairul, Ketua Sport Club RSUD dr Adnaan WD menggelorakan kemenangan dari luar dan menyorakan, jika striker Adnaan WD mampu memberi 1 gol lagi, akan dikasih uang Rp.50.000,- dan disambut gelak tawa oleh suporter lainya.

Setiap serangan yang dilancarkan anak buah dr. Herijon direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Adnaan WD tidak lagi membuahkan hasil, hingga pluit panjang di tiup wasit dan kedudukan akhir, menjadi 3-1. Pertandingan usai dengan damai. (Anton Wijaya)

Baca Juga:
Palembang dalam kenangan, kunjungan RSUD Dr Adnaan WD Payakumbuh
Related Posts

Tambahkan Komentar Sembunyikan