Areta Anwi di pangkuan nenek Bukittinggi


Gundah gulana  hilang seketika. Saat melihat fotonya sedang 'mancaringik'. Pipi 'chubby', dagu sedikit runcing, mata sipit, pandangan tajam, seakan menerkam isi pikir, orang yang ia tatap. 

Orang bilang, hidungnya menyerupai hidung ayah. Begitu juga dua garis berbatas tegas, seperti bandar, yang ada diatas bibir, nyaris mirip dengan yang ada di atas bibir ayah. Secara keseluruhan, ia menyerupai roman bunda. Hanya hidung dan pola bibir ayah yang  ia adopsi.

Kata bunda, ia sering 'mancaringik' mungkin karena, ayah jarang di rumah (menjalankan tugas negara). Saat ia butuh di timang, ia hanya merasakan tangan halus nan lembut. Sedangkan, jari kasar jarang memberi belaian. Ayah bilang, "secepatnya Areta, serta bunda akan ayah bawa ke rumah kita nak". 

Rasanya tidak berlebihan, seorang ayah merindukan putri kecilnya. Bapak/papa/ayah manapun akan merasakan itu, apalagi baru pertama jadi ayah. Tidak terasa, semua kasih sayang akan tercurahkan, meskipun sangat maya untuk di ungkapkan. 

Areta Anwi, di pangkuan nenek Bukittinggi