Kritikan cerdas dari Istri


Bang ! kenapa postingan abang selalu menghilangkan huruf 'n' setiap ada akhiran 'nya'? 

Terkadang istri saya gerah setelah membaca beberapa postingan di Medianers dan beliau berhasrat tinggi ingin menjelaskan tentang penggunaan akhiran 'nya'. Namun, saya anggap remeh. Ah, iya begitu! jawab saya, sesuka hati.

Kritikan tersebut ia lontarkan sudah lama. Sejak kami sebelum ijab kabul, sekarang dia sudah hamil tua, belum juga saya tanggapi serius.

Malam ini, suasana begitu santai, diruang tamu, saya asyik bermain Laptop. Lalu istri  menghampiri dan berkata. Bang coba buka postingan di Medianers yang berjudul  Malu pada Pedagang Kaki Lima. Dalam tulisan itu terdapat 3 kesalahan. 

Dimana letak salahnya? jawab saya seketika. Sambil menatap monitor, istri mengarahkan kursor sambil menjelaskan kalimat yang salah. Diantaranya:

1. Abang belum juga merubah penggunaan akhiran 'nya'
2. Abang tidak tepat menggunakan kata 'Kompensasi' pada pragraf ke-3 alinea 3.
3. Abang tidak melaksanakan pesan yang ada di pragraf ke-6.

Satu persatu jadi bahasan, pada poin 1 penggalan yang salah menurut istri saya adalah kalimat 'jualanya mengalami kerugian'. Seharusnya 'jualannya mengalami kerugian'. Artinya 'n' tidak boleh dihilangkan, tapi dijadikan ganda. 

Sebagai penguat pendapat diatas, istri saya juga menganjurkan untuk browsing. Hasil yang didapat, dari blog miftakh.com adalah dalam bahasa Indonesia perlu diperhatikan adanya dua macam –nya. 

Pertama : 
-nya sebagai ganti orang ketiga tunggal yang berlaku objek atau pemilik. 
Contoh : saya minta tolong kepadanya
Kedua : 
-nya sebagai akhiran.
Contoh : turunnya harga beras menggembirakan rakyat.

Akhirnya, saya paham dan mengaku salah. Istri langsung over acting, mengaku nilai pelajaran Bahasa Indonesianya waktu SLTA dulu 11. Masa sih? nilai maksimalkan cuma 10 hehe..

Masuk ke poin 2 tentang penggunaan kata Kompensasi Kalimat utuhnya, seperti ini:
"minta kompensasi saja pada Perawat dinas sore untuk telat datang sampai hujan reda". 

Koreksi sang istri adalah, penggunaan kata kompensasi tidak tepat. Seharusnya kata Kompensasi diganti dengan Dispensasi. Sebab, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Dispensasi adalah pengecualian dari aturan karena adanya pertimbangan yang khusus; pembebasan dari suatu kewajiban atau larangan. 

Sedangkan Kompensasi pengertiannya (1) ganti rugi; (2) pemberesan piutang dengan memberikan barang-barang yang seharga dengan utangnya. Jadi, jika dibaca dari pengertian diatas, kata yang paling tepat digunakan adalah Dispensasi, ulasnya.

Lagi-lagi saya mengaku salah.

Poin ke-3 tidak berkaitan dengan penggunaan kalimat. Tetapi, janji yang belum bisa ditepati untuk memastikan apakah plafon rumah mengalami sumbatan, sehingga mengakibatkan rembesan kedalam ruangan saat hujan lebat. Berhubung beberapa hari ini selalu panas, saya tidak beraksi. Maka terjadilah penagihan dari sang istri untuk memperbaiki.

Lalu, saya berkilah 'lupa' memperbaiki. Dan, istri tersenyum sumringah telah sukses memberi kritikan cerdas.