Kisah Sedih Pasien dan Petugas Kesehatan Dalam Suasana Lebaran di Rumah Sakit

Takbir telah berkumandang dimana-mana. Seantero Kota Payakumbuh membahana lafaz kemenangan. Demikian juga daerah lain di Sumatera Barat.

Hari bahagia yang dirasakan umat muslim ini, sangat kontras terlihat di RSUD dr Adnaan WD, Yang ada hanya duka dan sepi, padahal orang ramai. Tapi, tidak ada canda tawa, dan suasana hangat seperti di luar sana. Ada apa gerangan?
Topit, petugas pendaftaran.
Setelah selesai sholat idul fitri 2015, pasien terus berdatangan. Kata Topit, petugas pendaftaran, " dari pukul 08.00 wib, (17/7) hingga pukul 08.00 wib (18/7) pasien yang berobat mencapai 85 orang. Ada yang di rawat dan ada yang boleh pulang."

Topit menambahkan, "Sedangkan hari ini (18/7) dari pukul 08.00 wib hingga pukul 10.00 wib, pasien yang mendaftar berobat sudah mencapai 11 orang." 
lebaran-di-rumah-sakit
Suasana H+1 Lebaran di IGD
RSUD dr Adnaan WD
Pantauan medianers, saat berada di IGD, 3 orang Perawat sibuk melayani pasien, pasang ekg dan pasang infus. Sedangkan dokter jaga kelihatan sedang mengkonsultasikan kondisi pasien kepada konsulen ( dokter ahli) via telpon, sebab seluruh dokter spesialis sedang cuti lebaran, jadi mereka on call 24 jam, dan akan datang jika benar-benar sangat di butuhkan, misalnya ada tindakan operasi segera. Meskipun, dalam keadaan cuti, mereka masih memiliki tanggung jawab terhadap kelancaran pelayanan di Rumah Sakit.

Saat medianers tanya " Jika ada tindakan emergency, apakah dokter konsulen mau datang melayani pasien?" Pada 2 orang dokter jaga yang tidak ingin dituliskan namanya. Beliau menjawab, " Sesuai jadwal konsulen, sambil menunjuk daftar jaga, mereka, dokter konsulen siap datang melayani, dan jika benar-benar tidak bisa hadir, maka pasien dirujuk. Sejauh ini, setiap pasien masuk IGD masih bisa kami atasi", pungkasnya.

Medianers menyadari tidak bisa terlalu banyak bertanya, karena dokter dan perawat IGD sibuk melayani pasien. Akhirnya, medianers menyusuri kebelakang, ke ruang rawat inap, yang ada dokter dan perawat, untuk menanyakan bagaimana perasaan mereka menjaga dan menolong pasien di hari lebaran, yang nota bene, sebuah hari yang di tunggu-tunggu umat muslim untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga besar dirumah/ di kampung. 
Posisi sedang duduk, kanan dari monitor anda: dr.Mutia
dan disampingnya Perawat Destivarina. Sedangkan
yang sedang menyuntikkan obat Perawat Del.
Sebut saja dr.Mutia, ia sedang visite di ruang Dahlia, di hari lebaran H+1 ,  ia bertugas khusus di ruang rawat inap, sedangkan sore kemarin, pas setelah sholat id, ia dinas sebagai dokter jaga di IGD.

Medianers bertanya, " Tidak pulang kampung dok, kok dinas terus, kan sekarang lebaran?" Keluarga besar dr.Mutia berdomisili di Kota Padang. Beliau menjawab, " Tidak Uda. Saya lagi jaga" Jawabnya.

" Tidak sedih, jaga terus? " ulas medianers. " Seharusnya iya Uda, tapi dibawa enjoy aja" ungkapnya. Dan, dr.Mutia menambahkan, lebaran tahun ini ia tidak pulang kampung, tapi orang tuanya yang datang dari Padang ke Payakumbuh karena ia tidak bisa pulang.   

Lain lagi dengan Perawat Destivarina dan Del, yang kebetulan kampungnya memang di Payakumbuh. Walaupun kampung di Payakumbuh, mereka sebenarnya ingin menikmati libur di hari "H" idul fitri, " kalau dibilang sedih, ya sedih," ungkapnya. Sebab masih dinas di hari lebaran, sementara orang-orang diluar sana sudah cuti dan bersilaturahmi dengan karib kerabat, akan tetapi ini adalah tugas dan tanggung jawab, di atas segalanya, akhirnya mereka sepakat, "enjoy aja selama dinas". 

Sementara, pasien yang sedang menerima therapy dari Perawat Del, juga medianers tanya, " Bagaimana perasaan anda di rawat di hari lebaran ini? " Sangat sedih bang, saya ingin cepat sembuh" jawabnya. Pasien, berinisial D ini, sudah 4 hari di Rawat di ruang Dahlia RSUD dr Adnaan WD. 
Anita, analis laboratorium
Terpisah, medianers menelisik petugas laboratorium, panggil saja Anita, gadis lajang, kampungnya di Pariaman dan kos di Payakumbuh. 

Kemarin dan hari ini ( 18/7) ia dinas pagi di Laboratorium IGD, ia bertugas memeriksa segala keperluan penunjang diagnosa penyakit, seperti darah lengkap dan kimia klinik.

Saat medianers menjambanginya, ia sedang memeriksa kimia klinik pasien, setelah selesai melakukan pemeriksaan, medianers bertanya, " Bagaimana perasaan anda dinas di hari lebaran?" Sambil tersenyum haru, " Aduh..Sedih sekali bang, saya kangen orang tua, udah 2 hari ini dinas pagi, di kos an juga sepi, disini, di Laboratorium juga sendirian. Pokoknya sedih bang, tapi kan ini tugas dan tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan.


Lain lagi kisah Ibrar, supir ambulance di RSUD dr Adnaan WD. Kemarin, ia sudah bersiap-siap akan melaksanakan sholat id yang di selenggarakan di lingkungan RSUD dr Adnaan WD. Eh, Ternyata keinginannya batal, karena mendapat tugas untuk mengantarkan jenazah ke rumah duka.

Ia juga terkenang kejadian tahun lalu (2014), saat mendengarkan khutbah idul fitri, ia juga mendapat panggilan untuk merujuk pasien. Akhirnya pun berangkat, ia merasa tidak sempurna menunaikan ibadah sholat idul fitri saat itu.

Ibrar menyadari, ini adalah tugas, tidak ada kata undur dan tunda, setiap ada panggilan harus siap kapan saja.

Di hari lebaran H+1 ini, ia dinas pagi dan stand by di IGD, dan selanjutnya on call , siap menerima perintah dan menjalankan tanggung jawab sebagai supir ambulance, demikian juga 2 orang supir ambulance lainnya. Mereka saling bergantian, bahkan bisa saja ketiga supir berangkat merujuk atau mengantarkan jenazah dengan waktu yang bersamaan.

Mengamati tugas dan tanggung jawab petugas kesehatan di Rumah Sakit saat lebaran, medianers berkesimpulan kuncinya adalah dedikasi dan loyal terhadap pekerjaan, mendahulukan kepentingan publik diatas kepentingan pribadi.

Meskipun terjadi pergulatan bathin, sebagaimana yang pernah medianers posting " Egoku ingin merayakan kemenangan" akan luntur oleh rasa empati akan rasa kemanusiaan. Pekerjaan yang dijalani tidak lagi dianggap bagaikan " beban berat singgulung batu". Melainkan sebuah loyalitas, kecintaan dan kepedulian terhadap sesama.

Akhirnya, medianers mengucapkan " Selamat Idul Fitri 2015, mohon maaf lahir dan bathin". Semoga pasien yang dirawat dan sedang menjalani proses pengobatan diberi kemudahan dan kesembuhan. Serta petugas kesehatan yang sedang "berjibaku" diberi kesabaran.Amin. (AntonWijaya)