Kenapa Harus ' Murtad' Dari Profesi Perawat?

Di Amerika, Profesi Perawat hanya dikenal dengan satu istilah yakni " Nurse". Perawat yang telah lulus uji kompetensi maka boleh melakukan praktek keperawatan disebut dengan " Registered Nurse". Contoh melekat pada nama, RN. Fulan.

Sebutan "Nurse" berlaku umum bagi Perawat di Amerika. Sedangkan spesialisasinya cukup banyak, diantaranya: Certified Registered Nurse Anesthetist ( CRNA)  dan Certified Nurse Midwife (CNM), artinya. Perawat Anestesi dan Perawat Kebidanan.

Sementara di Indonesia, Perawat yang pernah melanjutkan pendidikan ke Akademi Anestesi (AKNES) atau ke Diploma IV Anestesi Reanimasi tidak mengaku lagi sebagai Perawat, tapi lebih senang di panggil " Penata Anestesi" meskipun basic keilmuannya Keperawatan. Sedangkan di Amerika mereka melanjutkan pendidikan/ spesialisasi masih tetap menggunakan kata Nurse/ Perawat. Ibarat kacang yang tidak akan lupa pada kulitnya.

Demikian juga Bidan. Dahulunya Perawat tamatan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) melanjutkan pendidikan 1 tahun, setelah tamat disebut Bidan. Saat ini, telah di buka pendidikan diploma 3 Kebidanan dan Strata 1 Kebidanan. 

Akan tetapi, tamatannya tidak lagi mengaku sebagai Perawat, karena mereka memang murni pisah profesi dengan Perawat, namun ruang lingkup kerja tidak beda jauh. Sedangkan di Amerika  setinggi apapun ia menguasai ilmu kebidanan, mereka tetap disebut sebagai Perawat Kebidanan ( Certified Nurse Midwives).

Perawat di Amerika diwadahi oleh satu organisasi, yaitu ANA ( American Nurses Association). Sedangkan di Indonesia bernama PPNI ( Persatuan Perawat Nasional Indonesia ).

Sejak Bidan memisahkan diri dari Perawat, Bidan pun membentuk sebuah organisasi profesi, yang disebut dengan IBI ( Ikatan Bidan Indonesia).

Demikian juga "Penata Anestesi" membentuk organisasi disebut IPAI ( Ikatan Penata Anestesi Indonesia). Konon kabar, IPAI sedang berusaha melepaskan diri dari kata "Perawat" dan organisasi PPNI. Sedangkan di Amerika, "Perawat Anestesi" masih mengaku profesinya adalah Perawat, bukan sebagai Penata dan tetap dibawah naungan ANA.

sejarah-berdiri-ppni
18 Januari 1955, Sidang Pleno
Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia
di Istana Merdeka. / dok: ppni
Pada tanggal 17 Maret 1974 di sepakati hari lahirnya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Hari bersejarah itu, sebagai bukti Perawat diseluruh indonesia bersatu membentuk satu wadah dan bersepakat dengan sebutan profesi " Perawat". 

Jika di buka lagi sejarah, nama Perawat itu dulu bermacam-macam. Diantaranya: Djuru Rawat, Kaum Verpleger,dll. Dan, masing-masing juga memiliki organisasi.

Diantaranya, Perkumpulan Kaum Verpleger fster Indonesia (PKVI), Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI), Persatuan Perawat Indonesia (PPI), Ikatan Perawat Indonesia (IPI),dll, akhirnya melebur menjadi satu dibawah satu organisasi induk, yakni Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Terkait : Bolehkah Perawat Melakukan Tindakan Intubasi Di Rumah Sakit
Setelah Perawat Indonesia mengalami banyak kemajuan Pesat di bidang pendidikan. Kembali lagi sebuah fakta yang "aneh" ada profesi keperawatan yang ingin " Murtad"  dari sebutan "Perawat".  Ada Apa Denganmu Sejawat?