Fitri Sesaria, Lahir Akhir Ramadhan

Ibu usia 35 tahun itu terkulai lemah di atas brankar. Bidan yang tergopoh-gopoh mengantar ke kamar operasi menyatakan pada Perawat kamar operasi bahwa ibu yang akan melahirkan anak ke 3 ini tidak bisa ditolong dengan persalinan normal. Karena mengalami plasenta previa, yaitu plasenta (kakak anak) menghambat jalan lahir, sementara perdarahan terus mengalir lewat Mrs.V. 

Dan, kadar hemoglobin dalam darah pasien 9 mg/dl. Maknanya di bawah normal. Jika tidak di tolong cepat, kemungkinan ibu tersebut akan mengalami sesuatu hal buruk. Baik pada dirinya maupun bayi dalam kandungannya. 

Ibu ini rujukan dari Bidan desa, yang di datangkan ke rumahnya, bukan ia yang mendatangi pelayanan kesehatan, karena ini termasuk kasus emergency, maka Bidan desa merujuknya ke rumah sakit malam tadi, (4/7).

Dari hasil konsultasi antara Bidan dengan operator (dokter ahli kebidanan) yang selalu stand by 24 jam, ibu yang sedang berjuang melahirkan keturunan, anak ketiga tersebut di siapkan untuk menjalani operasi pukul 02.00 wib, Pagi ini,(5/7).

Alhamdulillah, operasi berjalan lancar, anaknya pun lahir selamat, perdarahan dapat dikendalikan. 

Saat di ruangan pemulihan, saya tawarkan pada bapak si anak yang baru melihat dunia itu, " Pak, boleh usul, anaknya di beri nama Fitri Sesaria aja ya." Bapaknya tersenyum, lalu saya tambahkan, " Anaknya kan lahir menjelang idul fitri dengan cara Sectio Caesaria." Si bapak bayi perempuan itu, cuma senyum, yang awalnya sangat khawatir akan kondisi istri dan anaknya.

Terlepas, apakah usul diterima atau tidak, saya atau kami sebagai tenaga kesehatan sangat puas melihat senyum dari keluarga dan pasien yang telah mendapat pertolongan. Semoga ibu itu lekas sembuh dari luka operasi, dan anaknya tumbuh sehat untuk melanjutkan cita-cita kedua orang tua, bangsa dan negara. 
Perawat-penata-anestesi-dokter-bidan-di-kamar-operasi
Anton Wijaya, dkk. Salam akhir ramadhan, Catatan menjelang sahur terakhir, 03.40 wib, (5/7/2016).