Rumah Bersalin Annisa, beorientasi kepuasan pelanggan

Malam kemaren merupakan kunjungan ke 4 saya dalam tahun ini, ke Rumah Bersalin Annisa yang terletak di Jl.Soekarno Hatta Kota Payakumbuh. Tepatnya, di depan Show Room Bajaj. Tujuan kesana bukan untuk meliput sesuatu yang belum terpublikasi, tapi untuk membawa mantan pacar memeriksakan kehamilan

Waktu kehamilan 5 bulan, dr.Suhadi,SpoG memperkirakan janin yang ada dalam kandungan istri tercinta, berjenis kelamin perempuan. Di akhir penjelasan, dr. Suhadi merupakan pendiri Rumah Bersalin Annisa menegaskan, untuk lebih jelasnya, bulan depan kita USG lagi. 

Saat menunggu antrian. Hari ini, Sabtu 21 Juli 2012, saya dan emaknya anak dalam kandungan, berada pada nomor gilir 34. Sambil menunggu, clingak-cliguk mengamati yang ada dalam dan luar ruangan rumah bersalin tersebut. 

Ada sesuatu yang membuat saya kagum. Dari tahun ke tahun Rumah Bersalin Annisa menunjukan kemajuan pesat. Baik dari segi bangunan, fasilitas, maupun dalam hal pelayanan.

Tahun 2007 lalu, awal saya bermigrasi ke Kota Payakumbuh dari sebuah kampung kecil, yang bernama Sungai-Geringging. Saat pertama menginjakan kaki di Payakumbuh, saya telah melihat Rumah Bersalin Annisa. Ketika itu bangunanya masih sederhana, jalan masuk menuju ruang pemeriksaan masih kecil. Sepertinya, paviliun disulap menjadi sebuah Klinik persalinan.

Konon kabarnya, klinik tersebut dibeli oleh dr.Suhadi dari pemilik awal, dr.Donel, beliau dokter ahli kebidanan  yang telah pindah tugas ke Kota Pekan Baru. Namun, semenjak dibawah kendali dr.Suhadi, lulusan dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta tersebut, memperlihatkan perubahan drastis.

Bangunan lama, seperti rumah biasa. sekarang sudah berubah seperti Rumah Sakit. Kalau tidak salah, awal 2012 ini bangunan itu rampung. Deretan sebelah kanan, sekitar 600 meter dari arah pasar Payakumbuh, maka Rumah Bersalin Annisa kelihatan mencolok dari bangunan lainya. 


Klinik bersalin, Rumah Sakit bersalin, Rumah Bersalin Annisa Payakumbuh
 Rumah Bersalin Annisa,
Kota Payakumbuh
Dalam ruangan, sejajar dengan pintu masuk utama, terdapat lorong lumayan panjang, sisi kiri berjejer beberapa kursi sofa dan dibelakang kursi sofa ada beberapa kamar. Mungkin kamar tersebut, tempat pasien di inapkan. Sisi kanan juga demikian. Ke ujung lorong, saya tidak berani masuk, tidak etis. Karena, tidak ada keperluan.

Sebelah kanan pintu utama, berjejer beberapa baris kursi yang tertata rapi, tempat duduk pasien antrian. Tepat disisi kanan saya duduk. Ada beberapa orang petugas mengenakan baju batik. Seperti pelayan Bank dan juga mengalihkan imajinasi saya, bahwa mereka kelihatan seperti resepsionis hotel.

Saat pasien registrasi awal, petugas yang diresepsionis berkewajiban menerima pasien. Pertama kali yang ia lakukan adalah memverifikasi nomor antrian, menanyakan keluhan dan melakukan pemeriksaan tekanan darah. Setelah, semua pemeriksaan di lakukan, pasien di persilahkan duduk. Tepat di depan meja resepsionis, dekat kursi yang tertata rapi tadi. Penunggu bisa sambil baca koran/majalah atau menonton televisi yang telah disediakan.

Saya sempat berpikir, ini tenaga pariwisata atau tenaga perhotelan. Kalau melihat apa yang mereka kerjakan, sepertinya, mereka Perawat dan Bidan. Kecurigaan itu benar. Sebab, salah satu dari mereka ada yang saya kenal, meskipun tidak tau persis.Tapi, dapat data dari salah seorang kenalan, yang juga mengenal mereka. 

Sebenarnya tidak begitu sulit mengenal mereka. Karena Perawat dan Bidan yang duduk diresepsionis tersebut. Ada nama tertera di pin yang tertancap pada baju bagian dada. 

Setengah jam menunggu antrian, mata saya selalu tertuju pada dinding meja resepsionis. Disitu ada tulisan, "Layanan antar jemput (0752) 92347 Dalam kota gratis". Waktu kunjungan bulan lalu, pemberitahuan tersebut tidak ada. Lalu saya menghubungkan pikiran dengan yang dilihat diparkiran. Bahwa, ada mobil mini bus berwarna putih, masih baru, kalau tidak salah lihat, mereknya Kijang Innova dan setiap sisi dinding diberi tulisan Rumah Bersalin Annisa


Resepsionis Rumah Bersalin
Annisa Payakumbuh
Saya yakin, ada kaitanya antara tulisan yang menempel di resepsionis tersebut dengan mobil yang ada di parkiran. Kemungkinan, Rumah Bersalin Annisa memberikan pelayanan Ambulance gratis untuk jemput antar pasien. Akan tetapi, karena mobil yang parkir itu tidak bermerek Ambulance, maka tulisan yang ada diresepsionis pun tidak dituliskan pelayanan gratis Ambulance.

Setengah jam telah berlalu. Saya berada pada nomor 2 terakhir, untuk masuk ruangan khusus pemeriksaan. Akhirnya, nomor urut 34 itu dipanggil juga oleh petugas. Entah Perawat atau Bidan, saya tidak begitu tau, tapi beliau telah menghadiahkan sebuah senyuman, untuk mempersilahkan masuk. Pak Suhadi, yang biasa saya panggil sehari-hari, menyapa dengan senyuman dan mempersilahkan duduk. 


Pak Suhadi, terkenal loyal terhadap siapun juga. Termasuk pada petugas RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh, tempat ia melaksanakan tugasnya sebagai pegawai negri sipil. Saya mengenalnya, sejak maret 2007 dan sudah mencapai angka ratusan menjadi bagian tim operasi kebidanan dengan beliau di Rumah Sakit.

Atas perkenalan yang telah lama tersebut. Suasana cepat menjadi cair. Dan, beliau juga menjelaskan secara rinci, bahwa saya telah diberi anugerah terindah dari yang maha kuasa. Insyaallah, ia akan tumbuh sehat dan cerdas dalam rahim istri tercinta. Singkat kata, kemungkinan besar istri saya akan melahirkan anak perempuan yang cantik. Amin. 

Terlepas dari suasana pribadi. Apa yang telah saya lihat dan amati. Letak kemenangan Rumah Bersalin Annisa adalah Manajemenya berorientasi pada kepuasaan pelanggan. Prediksi, dalam jangka 2 tahun yang akan datang, mungkin namanya berubah menjadi Rumah Sakit Annisa Kota Payakumbuh, yang tentunya memberikan pelayanan lebih luas, tidak sebatas pelayanan kebidanan saja. (Anton Wijaya)


Related Posts

Tambahkan Komentar Sembunyikan